Masjid Agung Banten lama Kawasan Kesultanan Banten Lama, Kasemen, Kota Serang
BANTEN- Kota Kuno Banten atau Banten Lama adalah kawasan situs bersejarah yang merupakan peninggalan dari sisa kejayaan Kesultanan Banten. Secara administratif, letak Banten Lama ini berada di Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Banten Lama.
Kesultanan Banten" data-author="null" data-credit="null" data-source="null">peziarah saat melakukan ziarah di Kawasan Kesultanan Banten
Di tempat ini terdapat banyak situs peninggalan dari Kesultanan Banten, di antaranya Keraton Surosawan, Masjid Agung Banten, Keraton Kaibon, Benteng Speelwijk, Situ Tasikardi, Meriam Ki Amuk, Pelabuhan Karangantu dan Vihara Avalokitesvara.
Mengulik masjid yang menjadi salah satu ikon dan simbol penting bagi masyarakat Provinsi Banten, karena menjadi saksi bisu dari sejarah Islam yang telah berlangsung selama berabad-abad di wilayah Banten, yaitu Masjid Agung Banten yang terletak di Kawasan Banten Lama Kota Serang, Banten.
Masjid agung Banten lama
Ciri utama kota Islam di masa lalu, adalah hadirnya istana, tembok pertahanan, alun-alun, pasar, bangunan pertemuan dan terutama masjid agung sebagai pusat ibadah masyarakatnya.
Masjid Agung sebagai bagian dari komponen kota Kesultanan Banten dibangun di sisi barat alun-alun kota yang terdiri dari beberapa bangunan dan struktur yang berada di area masjid, yaitu bangunan utama yang memiliki bentuk atap tumpeng bersusun lima, serambi dan kolam di bagian depan, Menara, istiwa dan taman serta makam raja dan keluarganya.
Sisa bangunan Kesultanan Banten
Menurut tradisi rancangan bangunan utama masjid Agung Banten yang beratap tumpeng lima dirancang oleh Cek Ban Cut pada masa pemerintahan Maulana Hasanuddin (1552-1670). Pada masa pemerintahan Maulana Yusuf (1570-1580) menambah serambi masjid di sisi timur dengan bentuk atap limasan bersusun dua. Bangunan yang selalu menarik perhatian di lingkungan masjid Agung adalah menaranya, bentuknya khas tidak dijumpai pada bentuk Menara masjid lainnya di Nusantara. Tradisi menyebutkan bahwa Menara Masjid Agung Banten dibangun pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa dengan arsitek Hendrik Lucaszoon Cardeel. Namun diduga bahwa sebelum adanya Menara tersebut ada Menara awal masjid yang sudah mengalami keruntuhan.
Halaman masjid Agung Banten Lama
Satu bangunan menarik lainnya adalah taman yang memiliki gaya indis yang berkembang di Nusantara pada pertengahan abad ke-18 . Bangunan ini memadukan budaya Eropa dan unsur-unsur local. Taman dibangun atas perintah Sultan Abdul Kahhar yang dikenal juga Sultan Haji sebagai tempat bermusyawarah dan berdiskusi masalah agama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: