BANTEN– Tarif angkutan kota (angkot) di wilayah Tangerang Selatan masih tergolong terjangkau bagi masyarakat. Hingga tahun 2026, tarif angkot di sejumlah trayek utama relatif stabil, meski beberapa sopir menerapkan penyesuaian tergantung jarak tempuh dan kondisi operasional. Selasa, 31 Maret 2026.
Secara umum, tarif angkot di Tangsel dibagi berdasarkan kategori penumpang dan jarak perjalanan.
Baca juga: Operasi Ketupat Maung 2026 Polda Banten Pelanggaran dan Kecelakaan Menurun
Tarif Umum Angkot Tangsel
Pelajar/mahasiswa: Rp3.000 – Rp5.000
Penumpang umum (jarak dekat): Rp5.000 – Rp7.000
Penumpang umum (jarak jauh): Rp8.000 – Rp10.000
Tarif tersebut berlaku untuk perjalanan dalam satu trayek tanpa berpindah kendaraan. Untuk rute yang lebih panjang atau lintas kecamatan, tarif bisa lebih tinggi sesuai kesepakatan dengan sopir.
Contoh Trayek dan Tarif
Beberapa trayek angkot yang banyak digunakan warga di Tangerang Selatan antara lain:
Baca juga: Tarif Angkot di Kabupaten Tangerang Terbaru, Mulai Rp4 Ribu hingga Rp13 Ribu
Ciputat – Pamulang: sekitar Rp5.000 – Rp7.000
Serpong – BSD – Cisauk**: sekitar Rp6.000 – Rp8.000
Pondok Aren – Bintaro**: sekitar Rp5.000 – Rp7.000
Ciputat – Lebak Bulus**: sekitar Rp7.000 – Rp10.000
Besaran tarif tersebut dapat berubah tergantung waktu (siang/malam), kepadatan penumpang, hingga kenaikan harga bahan bakar.
Sejumlah faktor yang memengaruhi tarif angkot di Tangsel meliputi:
* Jarak tempuh perjalanan
* Kenaikan harga BBM
* Kondisi lalu lintas
* Jumlah penumpang
Selain itu, tidak semua angkot menggunakan tarif resmi berbasis meter, sehingga negosiasi antara penumpang dan sopir masih sering terjadi, terutama untuk perjalanan tidak biasa.
Baca juga: Berikut Tarif Angkot di Kabupaten Lebak Terbaru Mulai Rp5.000 hingga Rp7.000
Masyarakat diimbau untuk menyiapkan uang pas saat menggunakan angkot dan menanyakan tarif terlebih dahulu sebelum naik guna menghindari kesalahpahaman.
Dengan tarif yang relatif terjangkau, angkot masih menjadi salah satu moda transportasi pilihan warga Tangerang Selatan, terutama untuk mobilitas jarak pendek dan menjangkau wilayah yang belum dilalui transportasi massal modern.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan