BANTEN– Mobilitas masyarakat di Kota Serang terus ditopang oleh keberadaan transportasi umum seperti bus dan angkutan kota (angkot). Meski transportasi berbasis online semakin berkembang, moda konvensional ini masih menjadi pilihan utama karena tarifnya yang terjangkau dan jangkauan rutenya yang luas. Senin, 30 Maret 2026.
Bus di Kota Serang umumnya beroperasi dari dan menuju Terminal Pakupatan sebagai pusat transit utama. Beberapa rute yang dilayani antara lain:
Serang – Jakarta (via Tol Jakarta–Merak)
Menghubungkan Serang dengan Jakarta melalui jalur tol, banyak digunakan oleh pekerja komuter.
Serang – Merak
Rute ini menghubungkan pusat kota dengan kawasan pelabuhan di Cilegon dan Pelabuhan Merak.
Serang – Pandeglang – Labuan
Melayani penumpang ke wilayah selatan Banten seperti Pandeglang hingga kawasan wisata pesisir.
Baca juga: Operasi Ketupat Maung 2026 Polda Banten Pelanggaran dan Kecelakaan Menurun
Serang – Rangkasbitung
Menghubungkan Serang dengan Rangkasbitung, pusat aktivitas di Kabupaten Lebak.
Bus yang beroperasi terdiri dari bus ekonomi hingga non-ekonomi dengan jadwal yang relatif fleksibel, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Selain bus, angkot menjadi tulang punggung transportasi dalam kota. Angkot di Serang memiliki beberapa trayek utama, di antaranya:
Kalodran – Pakupatan
Menghubungkan kawasan permukiman dengan terminal utama dan pusat perbelanjaan.
Ciracas – Pasar Lama Serang
Rute ini ramai digunakan masyarakat untuk aktivitas ekonomi di pusat kota.
Unyur – Kaujon – Alun-alun Serang
Menghubungkan kawasan pesisir dengan pusat pemerintahan dan ruang publik kota.
Kasemen – Terminal Pakupatan
Melayani wilayah utara hingga pusat kota.
Taktakan – Kepandean
Rute penting bagi warga di wilayah barat Kota Serang.
Baca juga: Dua Pelaku TPPO Dengan Modus Berbasis Aplikasi Daring Diringkus Ditreskrimum Polda Banten
Tarif angkot di Kota Serang relatif terjangkau, berkisar antara Rp5.000 hingga Rp10.000 tergantung jarak. Operasional angkot biasanya dimulai sejak pagi hingga malam hari, meskipun frekuensinya berkurang setelah pukul 20.00 WIB.
Keberadaan bus dan angkot di Kota Serang dinilai masih sangat vital, terutama bagi pelajar, pekerja, dan masyarakat yang tidak memiliki kendaraan pribadi. Selain itu, transportasi ini juga membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di sejumlah titik strategis.
Pemerintah daerah diharapkan terus melakukan penataan trayek dan peremajaan armada agar transportasi umum semakin nyaman, aman, dan mampu bersaing dengan layanan transportasi modern.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan