BANTEN – Perayaan Hari Raya Idul Fitri di Provinsi Banten tidak hanya berlangsung pada hari H, tetapi juga berlanjut dengan berbagai tradisi yang masih dilestarikan masyarakat hingga saat ini. Tradisi-tradisi ini menjadi bagian dari kearifan lokal yang mempererat silaturahmi dan memperkuat nilai kebersamaan. Minggu, 29 Maret 2026.
Baca juga: Ragam Tradisi Masyarakat Tangerang Selatan Usai Hari Raya Idul Fitri
Berikut sejumlah tradisi yang umum dilakukan masyarakat Banten setelah Idul Fitri:
1. Halal Bihalal
Tradisi ini menjadi yang paling umum dilakukan. Warga saling berkunjung ke rumah keluarga, tetangga, hingga kerabat jauh untuk saling bermaafan. Halal bihalal juga sering digelar secara kolektif di lingkungan RT, kantor, maupun komunitas.
Baca juga: Ragam Tradisi Masyarakat Kabupaten Tangerang Usai Hari Raya Idul Fitri
2. Ziarah Kubur
Masyarakat Banten biasanya melakukan ziarah ke makam keluarga setelah lebaran. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk doa dan penghormatan kepada leluhur, serta mengingatkan akan kehidupan setelah dunia.
3. Ngider (Silaturahmi Keliling Kampung)
Di sejumlah daerah, warga melakukan “ngider” atau berkeliling kampung untuk mengunjungi rumah-rumah warga lain. Tradisi ini biasanya dilakukan secara berkelompok dan berlangsung beberapa hari setelah lebaran.
Baca juga: Tradisi Masyarakat Kota Tangerang Usai Hari Raya Idul Fitri
4. Makan Bersama (Ngunjung/Nganjang)
Selain bersilaturahmi, masyarakat juga melakukan tradisi makan bersama di rumah keluarga atau kerabat. Hidangan khas seperti opor ayam, ketupat, dan semur menjadi sajian utama yang dinikmati bersama.
5. Wisata Lebaran ke Pantai
Setelah lebaran, masyarakat Banten kerap memanfaatkan waktu libur untuk berwisata, terutama ke kawasan pantai seperti Anyer dan Carita. Tradisi ini menjadi momen rekreasi keluarga setelah menjalani ibadah Ramadan.
6. Tradisi Sedekah Laut (di Wilayah Pesisir)
Di beberapa wilayah pesisir Banten, terdapat tradisi sedekah laut sebagai ungkapan syukur atas hasil tangkapan nelayan. Meski tidak selalu tepat setelah lebaran, momen ini sering berdekatan dengan suasana Idul Fitri.
7. Open House Tokoh Masyarakat
Tokoh masyarakat, pejabat daerah, hingga ulama biasanya menggelar open house yang terbuka untuk umum. Warga datang untuk bersilaturahmi sekaligus mempererat hubungan sosial.
Tradisi-tradisi tersebut menjadi bukti kuat bahwa nilai kebersamaan dan gotong royong masih terjaga di tengah masyarakat Banten. Selain sebagai ajang silaturahmi, momen pasca Idul Fitri juga dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan sosial antarwarga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan