Selasa, 24 FEBRUARI 2026 • 18:36 WIB

Ribuan Kader Muhammadiyah Ikuti Pengkajian Ramadhan di UMT

Author

Pengkajian Ramadhan 1447 Hijriah yang digelar Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada 24–26 Februari 2026. UMT Kota Tangerang (Mus Mulyadi)

BANTEN– Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) menjadi tuan rumah Pengkajian Ramadhan 1447 Hijriah yang digelar Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada 24–26 Februari 2026. Kegiatan berlangsung di Auditorium Lantai 19 UMT dan diikuti lebih dari 1.000 peserta.

Peserta berasal dari unsur Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah serta civitas akademika Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se-Banten dan DKI Jakarta. Kegiatan ini menjadi ajang penguatan ideologi dan pemahaman Islam berkemajuan di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah.

Rektor UMT, Dr. H. Desri Arwen, M.Pd., mengatakan kampusnya berkomitmen mendukung penguatan nilai-nilai Islam berkemajuan melalui kegiatan akademik dan kaderisasi. Selasa, 24 Februari 2026.

“UMT sebagai kampus unggul siap menjadi pusat penguatan akidah dan pengembangan kader Muhammadiyah,” ujarnya dalam sambutan.

Ketua Majelis Pembinaan Kader SDI PP Muhammadiyah, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, MPA., menegaskan penguatan akidah menjadi fondasi utama gerakan Muhammadiyah di tengah dinamika sosial keumatan yang terus berkembang.

Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., menyampaikan pidato iftitah bertema “Akidah Islam Berkemajuan: Memperluas Paham Tauhid Murni Tinjauan Ideologis, Filosofis, dan Praksis.”

Dalam rangkaian acara, dilakukan pula penandatanganan nota kesepahaman antara Bank Syariah Nasional dan PP Muhammadiyah. Kerja sama tersebut ditandai dengan penyerahan bantuan tiga unit motor angkut sampah untuk UMT.

Selain itu, Sinar Mas juga menyerahkan bantuan mushaf Al-Qur’an kepada Muhammadiyah sebagai dukungan terhadap penguatan dakwah dan literasi keislaman.

Melalui Pengkajian Ramadan 1447 H ini, diharapkan pemahaman nilai-nilai tauhid semakin kuat secara ideologis, filosofis, dan praksis, khususnya dalam menyongsong bulan suci Ramadan.

“Pengkajian Ramadan ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi momentum strategis untuk meneguhkan akidah, memperluas wawasan keislaman, dan memperkuat gerakan dakwah Muhammadiyah agar semakin berkemajuan dan mencerahkan umat,” tegas Haedar Nashir. (MM)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU