BANTEN – Reruntuhan Istana Keraton Kaibon yang megah kini menjelma menjadi salah satu spot favorit bagi para pemburu foto di Kota Serang, Banten. Mulai dari konten kreator media sosial hingga pasangan yang menggelar sesi pre-wedding klasik dan romantis, semuanya terpikat pesona cagar budaya bersejarah ini.
Hebatnya lagi, untuk menikmati kemegahan situs berstatus Cagar Budaya Peringkat Nasional ini, pengunjung tidak dipungut biaya masuk alias gratis. Meski tanpa tiket, pengalaman yang ditawarkan Keraton Kaibon begitu bernilai—baik dari sisi estetika maupun sejarahnya. Kamis, 12 Februari 2026.
Di balik setiap sudutnya yang Instagrammable, Keraton Kaibon menyimpan kisah mendalam tentang cinta, perlawanan, dan kecerdasan arsitektur yang melampaui zamannya. Dinding bata merah yang tersisa, lengkungan gerbang yang kokoh, hingga hamparan langit biru yang membingkai reruntuhan, menciptakan nuansa dramatis yang sulit ditemukan di tempat lain.
Baca juga: Royal Baroe Jadi Spot Foto Kekinian Di Kota Serang
Tak heran jika kawasan ini kerap menjadi lokasi foto pre-wedding bertema heritage, vintage, hingga konsep budaya klasik Banten. Banyak fotografer menyebut Keraton Kaibon sebagai salah satu destinasi foto terbaik di Serang karena kombinasi cahaya alami dan tekstur bangunan yang unik.
Keraton Kaibon bukanlah sekadar istana biasa. Dibangun sekitar tahun 1815, bangunan ini merupakan persembahan cinta dari Sultan Syafiuddin untuk ibunda tercintanya, Ratu Aisyah.
Nama “Kaibon” sendiri berasal dari kata “ke-ibu-an”, yang secara sempurna merangkum tujuan pembangunannya: sebagai kediaman nyaman bagi sang Ratu Wali yang bijaksana.
Nilai historis ini menjadikan Keraton Kaibon bukan hanya objek wisata, melainkan simbol bakti seorang anak kepada ibunya. Kisah tersebut hingga kini masih menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang, baik untuk belajar sejarah Kesultanan Banten maupun sekadar menikmati atmosfer masa lalu.
Baca juga: Warga Kota Serang Harus Tau Lokasi Baru Pasar Jedogan Saat Malam Takbir 2026
Meskipun yang tersisa kini hanyalah reruntuhan, jejak kecerdasan arsitekturnya masih dapat dibaca dengan jelas. Gerbang utama Keraton Kaibon yang megah—yang kini menjadi logo resmi Kota Serang—memadukan gaya arsitektur Jawa-Bali dengan filosofi Islam yang kuat.
Struktur bangunan dirancang dengan tata ruang terbuka yang menyesuaikan iklim tropis, sekaligus mencerminkan nilai kesederhanaan dan spiritualitas. Bentuk lengkungan, susunan bata, serta ornamen yang minimalis menunjukkan bagaimana perpaduan budaya lokal dan nilai keislaman diwujudkan dalam desain arsitektur abad ke-19.
Sebagai salah satu destinasi wisata sejarah di Banten, Keraton Kaibon menjadi bukti kejayaan Kesultanan Banten pada masanya. Letaknya yang berada di kawasan Banten Lama membuatnya mudah diakses wisatawan lokal maupun luar daerah.
Baca juga: Pemprov Banten Pastikan Pasien PBI Tetap Dilayani Di Tengah Pemutakhiran Data
Tanpa biaya masuk, pengunjung bebas mengeksplorasi area situs, berfoto, maupun sekadar menikmati suasana sore yang tenang. Meski demikian, wisatawan diimbau untuk tetap menjaga kebersihan dan kelestarian bangunan agar warisan budaya ini tetap terawat untuk generasi mendatang.
Keraton Kaibon hari ini mungkin hanya menyisakan reruntuhan. Namun, dari sisa-sisa bata merahnya, terpancar kisah cinta seorang sultan kepada ibunya, semangat perlawanan terhadap kolonialisme, serta warisan arsitektur yang menjadi kebanggaan Kota Serang.
Bagi Anda yang berkunjung ke Banten, singgah di Keraton Kaibon bukan hanya soal berfoto. Ini tentang menyentuh sejarah, memahami budaya, dan merasakan romantisme masa lalu yang masih hidup di antara puing-puing kejayaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan