Rabu, 14 JANUARI 2026 • 19:46 WIB

Revitalisasi Sarana dan Prasarana Sekolah: Langkah Strategis untuk Masa Depan Generasi Penerus

Author

Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan se-Tangerang oleh Mendikdasmen RI, Abdul Mu’ti. (Doc.Mamo Erfanto)

BANTEN- Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah merupakan langkah strategis untuk menghadapi tantangan pendidikan di masa depan. Revitalisasi ini tidak hanya memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mampu meningkatkan mutu pendidikan. Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, usai menghadiri Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan Wujudkan Sekolah Aman dan Nyaman se-Tangerang Raya yang dipimpin langsung Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti.

"Revitalisasi ini menumbuhkan sense of belonging atau rasa memiliki, sehingga kualitas hasilnya menjadi lebih baik," ujar Dimyati. Ia menambahkan bahwa program revitalisasi sekolah harus terus dilanjutkan dan ditingkatkan karena berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Provinsi Banten.

Baca juga: Logo dan Tema HUT-33 Kota Tangerang Dirilis Ini Maknanya

Baca juga: Korban Banjir Kota Serang Masih Kesulitan Bersih Bersih Rumah Pasca Banjir

Mendikdasmen Abdul Mu’ti memaparkan data terkait program revitalisasi pendidikan. Untuk wilayah Tangerang Raya, penerima bantuan tahun ini mencapai 96 sekolah dengan total nilai bantuan sebesar Rp105 miliar. Sementara itu, secara keseluruhan di Provinsi Banten, revitalisasi pada tahun 2025 mencapai Rp380 miliar dengan total 323 sekolah.

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa revitalisasi ini merupakan realisasi program hasil cepat (quick win) Presiden Prabowo Subianto. Secara nasional, anggaran yang dialokasikan mencapai Rp16,9 triliun untuk 16.171 satuan pendidikan.

"Dengan revitalisasi, kita dapat memiliki sarana dan prasarana yang bermutu untuk pembelajaran yang berkualitas," paparnya.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, berharap program ini memberikan dampak nyata. Ia mengajak seluruh ekosistem pendidikan untuk berkolaborasi menjaga fasilitas yang telah dibangun.

"Menjadikan sekolah aman dan nyaman adalah tanggung jawab bersama. Saya mengajak peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta ramah anak," pungkas Tinawati.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU