Senin, 29 SEPTEMBER 2025 • 21:47 WIB

BERSATHU Gelar Diskusi Publik, Wakil Menteri Haji dan Umrah Hadir Bahas Arah Baru Kebijakan 2025

Author

Ketua Umum BERSATHU, Wawan Suhada (Dok.fikram)

BANTEN – Asosiasi Kebersamaan Pengusaha Travel Haji dan Umrah (BERSATHU) menggelar diskusi publik bertema “Kebijakan Baru, Arah Baru: Apa Peran Kementerian Baru” yang membahas penyelenggaraan haji dan umrah tahun 2025, Senin (29/9/2025).

Baca juga: Mega Proyek Rp 72 Triliun di Sektor Perikanan, Guru Besar UGM Tegaskan Harus Ada Transparansi dan Keterlibatan Masyarakat

Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, hadir langsung sebagai narasumber utama. Diskusi ini juga diwarnai kehadiran sejumlah tokoh nasional, di antaranya mantan Menteri Perhubungan, mantan Gubernur Banten H. Wahidin Halim, Direktur Operasional Angkasa Pura Agus Haryadi, serta jajaran pejabat dan undangan lain.

Ketua Umum BERSATHU, Wawan Suhada, dalam pidato pembukaan menekankan pentingnya peran masyarakat sipil dalam mengawal kebijakan baru di sektor haji dan umrah.

“BERSATHU hadir bukan untuk mendominasi, bukan pula menciptakan kartel baru. Kami hadir sebagai mitra dan anggota yang berkontribusi bagi bangsa,” tegasnya.

Wawan juga menyoroti fenomena munculnya generasi pejabat baru yang kini banyak berusia di bawah 50 tahun. 

Menurutnya, hal tersebut merupakan tantangan sekaligus peluang dalam membangun kebijakan publik yang lebih segar.

“Ini fenomena baru, sekaligus menjadi tantangan, sekaligus peluang dalam membangun kebijakan publik yang lebih segar,” ujarnya.

Diskusi publik ini turut diikuti anggota legislatif, termasuk Ketua Gapoksi Partai NasDem, serta berbagai tokoh masyarakat. 

Kehadiran mereka memperkuat semangat kolaborasi lintas sektor dalam membangun arah baru kebijakan haji dan umrah di Indonesia.

Kepala Biro Pemerintah dan Kesra Pemprov Banten, Gunawan Rusminto mengatakan, Provinsi Banten mendapat kuota haji sebanyak 9.418 orang setiap tahunnya, dengan masa tunggu 26-27 tahun.

Meski begitu, pihaknya terus mengusulkan penambahan kuota haji untuk Banten. 

"Hal ini mudah-mudahan bisa memudahkan harapan-harapan calon jemaah haji yang ada di Provinsi Banten biar lebih cepat lagi bisa berangkat haji," ungkapnya.

Wakil Menteri Haji dan Umroh, Dahnil Anzar Simanjuntak mengucapkan terima kasih kepada asosiasi BERSATHU yang telah menggelar acara diskusi publik terkait haji dan umroh.

Ia mengaku, saat ini pihaknya tengah memperbaiki kesalahan sebelumnya terkait pengelolaan haji, salah satunya terkait lama tunggu haji yang setiap daerah berbeda. 

"Di Banten lama tingginya 26-27 tahun, kemudian ada yang 40, dan lainnya hal ini tidak sesuai dengan aturan yang berlaku, maka saya akan memperbaiki hal ini agar bisa seragam sesuai dengan ketentuan," katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU