Jumat, 29 AGUSTUS 2025 • 23:14 WIB

BI Banten Buka SHAFARA dan FERBA 2025, Soroti Tren Positif Ekonomi Syariah Indonesia

Author

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten, Ameriza M. Moesa, resmi membuka gelaran Sharia Fair Banten (SHAFARA) dan Festival Ekonomi dan Keuangan Syariah Banten (FERBA) 2025 di Bintaro XChange Mall 2, Jumat (29/8).

BANTEN – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten, Ameriza M. Moesa, resmi membuka gelaran Sharia Fair Banten (SHAFARA) dan Festival Ekonomi dan Keuangan Syariah Banten (FERBA) 2025 di Bintaro XChange Mall 2, Jumat (29/8).

Acara ini berlangsung hingga 31 Agustus 2025 dengan mengusung tema “Menguatkan Ekonomi dan Keuangan Syariah melalui Sinergi dan Kolaborasi untuk Mendukung Banten Maju dan Sejahtera.”

Baca juga: BI Banten Gelar Kickoff QRIS Jelajah Budaya, Targetkan Wisatawan Mancanegara di PIK 2

Ameriza menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah hadir sekaligus menekankan pentingnya sinergi dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah.

“Indonesia berhasil naik ke peringkat ke-3 dunia dalam Indeks Ekonomi Syariah Global versi State of The Global Islamic Economy (SGIE) Report 2024/2025. Capaian ini mencerminkan konsistensi sekaligus ketangguhan Indonesia dalam membangun ekosistem ekonomi syariah dan mempertegas peran strategisnya di tingkat internasional,” ujar Ameriza.

Menurut Ameriza, tren pertumbuhan ekonomi syariah Indonesia pada 2025 terus menunjukkan perkembangan positif. Sektor unggulan Halal Value Chain (HVC) menjadi motor utama, dengan pertumbuhan 3,93 persen (year on year), didorong oleh sektor pertanian, makanan dan minuman halal, serta wisata halal. Secara global, Halal Food Indonesia kini berada di peringkat ke-4, modest fashion di peringkat pertama, dan media & recreation di posisi ke-7.

Pada sisi keuangan, pembiayaan syariah juga mencatat kenaikan signifikan sebesar 11,39 persen (yoy) pada Mei 2025. Kondisi ini menegaskan semakin kuatnya kontribusi keuangan syariah terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Meski demikian, Ameriza mengingatkan masih ada sejumlah tantangan yang perlu diatasi untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia. Salah satunya adalah ketergantungan industri halal, terutama fesyen muslim, terhadap bahan baku impor yang berpotensi melemahkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Selain itu, tingkat literasi ekonomi syariah masyarakat juga masih relatif rendah. Data BI menunjukkan, indeks literasi ekonomi syariah Indonesia meningkat dari 23,30 persen pada 2022 menjadi 28,01 persen pada 2023, lalu melonjak ke 42,84 persen pada 2024. Target 2025 ditetapkan sebesar 50 persen.

“Perbaikan dari tahun ke tahun patut diapresiasi, namun pemahaman masyarakat mengenai prinsip, produk, dan praktik ekonomi syariah masih harus terus ditingkatkan,” ungkap Ameriza.

Gelaran SHAFARA dan FERBA 2025 diharapkan tidak hanya menjadi ruang promosi dan edukasi, tetapi juga momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Banten dan Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU