BANTEN - Ketua DPRD Kota Serang, Muji Rohman menyampaikan bahwa, ada cara alternatif untuk merombak Pasar Induk Rau.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang tengah berencana akan mengajukan pinjaman uang ke bank.
Pinjaman uang yang akan dilakukan Pemkot Serang tersebut diketahui, guna mengejar target pembangunan Pasar Induk Rau.
Terkait hal itu, Muji meminta kepada Wali Kota Serang untuk melakukan cara alternatif, ketimbang pinjaman bank.
Cara alternatif yang dimaksud yakni, Build Operate Transfer (BOT) atau kerjasama dengan pihak ketiga.
"Kami meminta kepada Pak wali kota untuk BOT. Artinya kerja sama dengan pihak ketiga, supaya itu (red: Pasar Induk Rau) dibangun," kata Muji pada Jumat, 15 Agustus 2025, sore.
Mengenai BOT itu juga, Ia mengarahkan agar Pemkot Serang mengikuti aturan, sesuai perundang-undangan yang berlaku.
"Kemudian, adapun pembagiannya silahkan sesuai peraturan perundang-undangan," ujarnya.
Baca juga: Polres Serang Kembali Tanam Jagung Seluas 2 Hektar Di Kuartal Ke II
Politisi Golkar itu juga menilai, perombakan Pasar Induk Rau saat ini memang sudah perlu dilakukan.
"Melihat dari umur urgent banget, ini sudah hampir 21 tahun. Artinya memang umur dari bahan bangunannya seperti beton dan besi itu harus direvitalisasi," ungkapnya.
Sempat disinggung soal rencana nilai pinjaman uang ke bank yang berkisar Rp200 hingga Rp300 miliar, Muji meluruskan jika anggaran yang dibutuhkan hanya Rp145 miliar.
Menurut Muji, nominal yang dibutuhkan untuk merealisasikan program itu dinilai tidak terlalu besar.
"Nilainya Rp145 miliar, tidak besar," tutupnya sambil berlalu.
Sementara pelaksanaan pembangunan Pasar Induk Rau direncanakan akan dimulai pada tahun 2026 mendatang, dengan konsep serta perencanaan yang telah dirancang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan