Selain Rumput lapangan Rusak Parah Fasilitas Lain Stadion Maulana Yusuf Juga Rusak Parah Pasca Serang Fair 2025
BANTEN- Usai pagelaran event Serang Fair 2025 yang berpusat di Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang rumput stadion mengalami rusak parah hingga 80 persen kerusakan.
Event yang digelar selama 4 (empat) hari dengan total 400 ribu lebih pengunjung menyebabkan rumput stadion dan sarana prasarana lainnya rusak parah.
"Akibat membludaknya pengunjung, gerbang masuk stadion banyak yang rusak, karena keinginan masyrakat yang menonton" Jelas Wahyu Nurjamil Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil, Perindustrian dan Perdagangan (DinkopUKMPerindag) Kota Serang. Dalam akun sosial medianya.
Baca juga: Meski Telan Anggaran 1,5 M Masyarakat Wajib Belanja Rp 25 ribu Untuk Bisa Nonton Konser Serang Fair
Inspeksi mendadak yang dilakukan oleh Plt. Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang, Zeka Bachdi, menemukan kondisi lapangan sepak bola yang memprihatinkan.
Menurut Zeka, sekitar 80 persen rumput lapangan mati akibat terinjak-injak penonton konser dan tertutup panggung serta tenda UMKM. Lebih lanjut, timnya juga menemukan sejumlah benda tajam, seperti paku, baut, dan kawat besi yang menancap di tanah, berpotensi membahayakan atlet.
Kondisi rumput di tengah lapangan memang perlu perbaikan. Kami berharap dengan bantuan musim hujan dan perbaikan lain-lain, rumput bisa kembali normal,” kata Zeka usai meninjau stadion Maulana Yusuf, Selasa 12 Agustus 2025.
Ia menambahkan, perbaikan akan dilakukan sesuai kesepakatan dengan pihak penyelenggara, yang bertanggung jawab mengembalikan kondisi stadion seperti semula. Namun, Zeka mengakui bahwa pembiayaan perbaikan masih akan dibicarakan bersama dengan penyelenggara.
Akibat kerusakan ini, aktivitas olahraga di dalam stadion terpaksa dihentikan sementara. Zeka memperkirakan pemulihan rumput membutuhkan waktu 30 hingga 40 hari, dengan catatan cuaca mendukung.
Kalau untuk rumput kembali normal butuh 30 sampai 40 hari dengan catatan musim hujan,” ucapnya.
Kerusakan ini menggarisbawahi lemahnya pengawasan dan perencanaan dalam penggunaan fasilitas publik untuk acara non-olahraga, yang berujung pada terhambatnya kegiatan masyarakat.
“Sementara memang kalau pasca penyelenggaraan serang fair, ya mungkin sementara terganggu ya karena ini memeng seharusnya masyarakat olahraga ya terhambat. Kita juga runing di dalam stadion kita tutup sementara,” tegasnya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan