Senin, 11 AGUSTUS 2025 • 10:35 WIB

Petugas Pertamina Yang Terjatuh dari Rig Minyak di Kepulauan Seribu Ditemukan Meninggal Dunia

Author

Evakuasi petugas Pertamina Kepuluan yang terpleset dan di temukan meninggal oleh Tim SAR BANTEN (doc.Basarnas Banten)

BANTEN- Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan seorang petugas PHE Offshore South East Sumatera (OSES) yang dilaporkan terjatuh dari rig minyak di Platform Cinta P1, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Jumat (8/8), setelah tiga hari pencarian intensif dilakukan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad mengatakan korban diketahui bernama Teddy Syahputra (30), yang jatuh ke laut pada koordinat 5°27'02.3"S 106°15'18.8"E. Proses pencarian dilakukan sejak laporan pertama diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, yang kemudian mengoordinasikan operasi SAR bersama berbagai unsur terkait.

Tim SAR gabungan memulai pencarian hari ketiga pada pukul 07.00 WIB, dan sekitar pukul 16.15 WIB, korban berhasil ditemukan sekitar 0,12 nautical mile dari lokasi kejadian (LKP). Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Dermaga Pabelokan dan diserahkan kepada pihak perusahaan. Selanjutnya, korban direncanakan akan dibawa menuju RS Polri melalui Dermaga Kalijapat lanjutnya. Jumat 8 Agustus 2025.

Al Amrad Lebih rinci mengatakan setelah proses debriefing pada pukul 18.00 WIB, operasi SAR resmi diusulkan ditutup, mengingat korban telah ditemukan dan seluruh tahapan pencarian telah selesai dilakukan. Seluruh unsur SAR yang terlibat kemudian dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

Unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini antara lain Tim Rescue Kantor SAR Banten, Kapal KN SAR Tetuka, Tim PHE OSES Platform Cinta P1, VTS Merak, Distrik Navigasi Tanjung Priok, BMKG Serang. 

Sarana dan peralatan yang digunakan meliputi, Kapal KN SAR Tetuka, Kapal Pan Marine 6, Kapal MMS Accomplish, Kapal CB Magelang, Kapal Besting 88, Helikopter PK-PDC, drone thermal, ROV bawah air, serta berbagai peralatan SAR air, komunikasi, dan medis.

Baca juga: UPN Veteran Jakarta Bersama MAN 2 Kota Serang Gelar Pelatihan Dasar Pemrograman dan Algoritma untuk Tingkatkan Literasi Digital

Baca juga: Walikota Serang Mulai Melirik Kesemrawutan Trayek Angkot

Meski kondisi cuaca cukup menantang dengan gelombang 2–4 meter dan kecepatan angin mencapai 40 knot, pencarian tidak mengalami kendala berarti.

Hingga berita ini diturunkan, KN SAR Tetuka masih bersiaga di Dermaga Pabelokan dan dijadwalkan kembali ke Dermaga BBJ keesokan harinya, mengingat kondisi cuaca dan visibilitas malam hari yang kurang mendukung.

Operasi SAR ini menjadi bukti sinergi dan profesionalisme tim pencarian dalam upaya kemanusiaan, mengedepankan semangat “Satu Jiwa, Satu Rasa – We Are Family” dalam setiap langkah tugas penyelamatan tandasnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Rilis

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU