Oknum Petugas Keamanan proyek pengurukan GITET Di Kab.Serang Arogan Pukul Pengendara Motor Yang Melintas Saat Terjadi Macet
BANTEN– Akibat aktifitas kendaraan proyek yang tengah melalukan pengurukan proyek Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kilovolt (kV), di Jalan Raya Kampung Pasir Baru, Desa Ketos, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang kerap terjadi kemacetan. Peristiwa pengeroyokan oleh oknum petugas keamanan terjadi saat warga yang tengah melintas menyampaikan keluhanya. Senin 21 Juli 2025.
Baca juga: Demo Mahasiswa Dan Alumni SMAN 4 Kota Terkait Dugaan Pelecehan Seksual oleh Guru Ricuh
"Bang, kalau caranya kayak begini, punya jalan sendiri," ujar Pakrudin kepada petugas keamanan proyek yang sedang mengatur lalu lintas. Keluhannya tersebut kemudian memicu reaksi agresif dari sekelompok orang yang berada di lokasi.
Salah seorang pengendara roda dua diduga menjadi korban pengeroyokan di area proyek urukan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kilovolt (kV), Jalan Raya Kampung Pasir Baru, Desa Ketos, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.
Insiden dugaan tindak pidana pengeroyokan tersebut dialami Pakrudin, warga Kampung Pasir Salam, Desa Walikukun, Kecamatan Carenang, Serang.
Baca juga: Terkuak! Guru SMA 4 Kota Serang Kerap Ajak Check In Siswa Ke Hotel
Pakrudin mengaku, menjadi korban kekerasan fisik dari para pelaku yang diduga berasal dari kelompok pengamanan proyek pengurukan untuk Proyek Strategis Nasional (PSN).
Dirinya menceritakan, kejadian tersebut terjadi setelah dirinya selesai bekerja dan hendak menunaikan ibadah salat Magrib. Saat itu, ia sedang dalam perjalanan pulang melalui jalan yang sedang mengalami kemacetan.
"Bang, kalau caranya kayak begini, punya jalan sendiri," ujar Pakrudin kepada petugas keamanan proyek yang sedang mengatur lalu lintas. Keluhannya tersebut kemudian memicu reaksi agresif dari sekelompok orang yang berada di lokasi.
Tanpa diduga, saat mengendarai sepeda motor, Pakrudin tiba-tiba diserang secara dari belakang oleh pelaku.
Mereka langsung menariknya dan melakukan pengeroyokan. Beruntung, kejadian tersebut terekam oleh video amatir yang berada di sekitar lokasi sehingga aksi kekerasan tersebut terdokumentasi dan menjadi bukti penting.
Baca juga: Sungai Cibanten Memprihatinkan Ada Puluhan Titik Tumpukan Sampah
"Ya untungnya di lokasi kejadian ada video amatirnya. Mereka juga takut pas bikin videonya juga," katanya.
Pelaku yang terlibat berasal dari kelompok yang bertanggung jawab atas pengamanan proyek pengurukan di sekitar lokasi.
Pakrudin mengatakan, salah satu pelaku utama yang belakangan ia ketahui berinisial Td, warga asal Lampung yang memiliki istri di Desa Ketos.
Selain Td, ada juga pria yang biasa dipanggil Haji, yang disebut sebagai pelaku utama yang memukul korban. "Haji itu yang mukul, kalau T ini yang cekik saya dari belakang," ujar Pakrudin.
Selain kedua pelaku utama tersebut, ada beberapa orang lain yang turut serta mengelilingi dan terlibat dalam aksi pengeroyokan.
“Yang aktif itu dua orang tadi sama Pak Haji. Yang lainnya cuma megang doang,” jelasnya.
Ia mengatakan, jumlah pelaku diperkirakan berjumlah sekitar lima hingga enam orang, dengan dua di antaranya berperan sebagai pengamanan yang berusaha menahan agar pelaku tidak semakin brutal.
Dalam peristiwa tersebut, korban mengalami luka pukulan di bagian wajah dan tubuh, serta dicekik hingga nyaris jatuh ke kali.
“Dicekik dan dipukul, ada dorongan atau tendangan, didorong ke kali hampir jatuh,” kata Pakrudin. Kejadian berlangsung sangat cepat dan brutal, membuatnya merasa ketakutan dan nyaris jatuh ke pinggir kali.
Ia mengaku usai kejadian dirinya bersama keluarga mendatangi di kantor Desa Ketos dengan harapan dapat bertemu dengan para pelaku pengeroyokan.
Karena tidak dapat menemui para pelaku di kantor desa, Pakrudin pun langsung membuat laporan ke SPKT dan kemudian diarahkan ke Satreskrim Polres Serang.
Akibat aksi pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka sobek sepanjang 6 cm di pelipis kanan, memar di bagian tubuh, serta baju sobek dan luka di seluruh tubuhnya. Ia juga mengaku sangat trauma dan menyatakan membutuhkan pengobatan.
"Baju sobek semua ini, kena tanah semua," pungkasnya. Saat ini, laporan kejadian tersebut telah disampaikan ke pihak berwajib dan proses penyelidikan sedang berlangsung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan