Pahlawan Kemerdekan Tangerang (Doc.Istimewa)
BANTEN – Tangerang memiliki sejarah panjang dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Sejumlah tokoh asal daerah ini tercatat memberikan kontribusi besar, baik melalui perjuangan fisik melawan penjajah maupun melalui perlawanan dalam bidang pemerintahan dan keagamaan.
Salah satu bukti sejarah perjuangan tersebut adalah Peristiwa Lengkong yang terjadi pada 25 Januari 1946 di Tangerang. Peristiwa ini menjadi salah satu episode penting dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan menorehkan nama sejumlah pejuang sebagai pahlawan bangsa. Sabtu, 25 Juli 2026.
Baca juga: Daftar Pahlawan Perjuangan Kemerdekaan Asal Lebak, Banten yang Patut Dikenang
Berikut beberapa tokoh pejuang asal Tangerang yang dikenang hingga kini.
1. Raden Aria Wangsakara
Raden Aria Wangsakara merupakan tokoh pendiri Tangerang yang dikenal sebagai ulama sekaligus pemimpin masyarakat. Ia berperan besar dalam membangun wilayah Tangerang serta melakukan perlawanan terhadap kolonial Belanda. Atas jasa-jasanya, pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2021.
2. Mayor Daan Mogot
Mayor Mas Daan Mogot merupakan salah satu tokoh muda paling berpengaruh dalam sejarah perjuangan Indonesia. Setelah Proklamasi Kemerdekaan, ia mendirikan Akademi Militer Tangerang dan menjadi direktur pertamanya.
Pada 25 Januari 1946, Daan Mogot gugur dalam Peristiwa Lengkong bersama puluhan taruna saat berupaya melucuti senjata tentara Jepang. Namanya kini diabadikan sebagai jalan utama di wilayah Tangerang dan Jakarta
Baca juga: Pahlawan Perjuangan Kemerdekaan Asal Pandeglang, Jejak Tokoh yang Berjasa bagi Bangsa
3. Para Taruna Akademi Militer Tangerang
Selain Daan Mogot, sebanyak 36 taruna Akademi Militer Tangerang turut gugur dalam Peristiwa Lengkong. Mereka dikenang sebagai pejuang muda yang rela mengorbankan jiwa demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Monumen Peristiwa Lengkong hingga kini menjadi simbol penghormatan atas pengorbanan mereka.
4. Raden Aria Santika
Raden Aria Santika merupakan tokoh penting dalam sejarah awal Tangerang. Selain dikenal sebagai ulama penyebar agama Islam, ia juga berperan dalam membangun pemerintahan serta memperkuat pertahanan masyarakat pada masa awal perkembangan wilayah Tangerang. Namanya kini diabadikan sebagai salah satu jalan utama di Kota Tangerang.
Semangat para pejuang asal Tangerang terus dikenang melalui berbagai monumen, nama jalan, hingga Taman Makam Pahlawan Raden Aria Wangsakara di Kabupaten Tangerang. Pemerintah daerah secara rutin menggelar upacara Hari Pahlawan sebagai bentuk penghormatan sekaligus mengajak generasi muda meneladani nilai perjuangan, keberanian, dan pengorbanan para pendahulu.
Perjuangan para tokoh asal Tangerang menjadi bagian penting dari sejarah nasional. Pengorbanan mereka membuktikan bahwa masyarakat Tangerang memiliki kontribusi besar dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, sehingga layak dikenang dan diwariskan kepada generasi penerus bangsa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan