Tumpukan sampah di kali Cibanten (Doc.Mamo Erfanto)
BANTEN- Gotong royong antara pemerintah, relawan, dan Pramuka membuahkan hasil. Sebanyak 15 ton sampah rumah tangga yang selama berhari-hari menutupi aliran Sungai Cibanten akhirnya berhasil dievakuasi dan diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cilowong, Kota Serang, Sabtu, 6 Juni 2026.
Kegiatan pembersihan sungai dilakukan selama dua hari tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWS C3), Komunitas Peduli Sungai Banten, serta tim Pramuka.
Tumpukan sampah tersebut sebelumnya sempat menutupi sebagian besar aliran Sungai Cibanten di wilayah Kelurahan Unyur, Kota Serang. Berdasarkan hasil pemantauan relawan, sampah rumah tangga yang didominasi plastik dan styrofoam terbawa arus dari wilayah hulu kemudian tersangkut pada pohon tumbang yang melintang di sungai. Kondisi tersebut menyebabkan sampah terus menumpuk selama lebih dari sepekan hingga membentuk hamparan yang menghambat aliran air.
Baca juga: 6 ASN Pemkot Serang Diberhentikan BKPSDM Satu Diantaranya Dengan Tidak Hormat
Keberadaan tumpukan sampah itu sempat menimbulkan kekhawatiran warga dan pegiat lingkungan karena berpotensi menyebabkan banjir saat debit air meningkat. Selain mengganggu fungsi sungai sebagai saluran air, penumpukan sampah juga dikhawatirkan memperparah pencemaran lingkungan dan merusak ekosistem Sungai Cibanten.
Ketua Komunitas Peduli Sungai Banten, Lulu Jamaludin, mengatakan proses pengangkutan sampah dilakukan secara bertahap mengingat sebagian besar tumpukan sampah berada di lokasi yang sulit dijangkau kendaraan berat.
Pada hari pertama Jumat (5/6), petugas dan relawan fokus mengurai tumpukan sampah yang berada di dua titik di tengah aliran sungai. Sampah tersebut tidak dapat langsung diangkut karena lokasi berada jauh dari akses kendaraan pengangkut. Hanya sebagian sampah yang dijangkau di angkut dari sungai ke daratan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang.
“Karena berada di titik yang tidak bisa dilalui kendaraan berat, sampah harus diurai dan dipindahkan terlebih dahulu ke lokasi yang memungkinkan untuk dilakukan pengangkutan ke daratan,” ujar Lulu.
Selanjutnya kolaborasi dilanjutkan pada hari kedua Sabtu (6/6), Pemprov Banten, BBWS C3, relawan dan pramuka melakukan penguraian sampah untuk dipindahkan ke sejumlah titik daratan yang dapat diakses kendaraan. Titik pengangkutan berada di empat titik kawasan yaitu di lokasi Pipa Gas Unyur, Jembatan Kidemang, Kampung Kelanggaran, dan Kampung Angsana Kota Serang.
Lulu Jamaludin Ketua Komunitas Peduli Sungai Banten (Doc.Mamo Erfanto)
Menurut Lulu, sampah yang berhasil diangkat didominasi sampah rumah tangga yang bercampur dengan ranting pohon dan potongan bambu yang terbawa arus sungai. Total sampah yang dievakuasi mencapai sekitar 15 ton.
“Sampah diangkut menggunakan dump truck sebanyak lima rit. Setiap kendaraan membawa kurang lebih tiga ton sampah menuju TPA Cilowong Serang,” katanya.
Meski sekitar 15 ton sampah telah berhasil diangkut, pekerjaan belum sepenuhnya selesai. Masih terdapat satu titik penumpukan sampah di aliran Sungai Cibanten, tepatnya di Kampung Pamindangan, Kelurahan Unyur, yang menjadi tantangan bagi tim pembersih karena berada di lokasi yang sulit dijangkau kendaraan pengangkut.
“Personel kami kesulitan mengevakuasi sampah di Kampung Pamindangan. Selain akses yang terbatas, volume sampah yang menumpuk juga sangat besar. Sampah menutupi aliran sungai sepanjang sekitar 50 meter dengan lebar tujuh meter dan ketebalan mencapai 70 sentimeter,” kata Lulu.
Menurutnya, tim relawan bersama petugas akan kembali melakukan penguraian tumpukan sampah secara manual sebelum dipindahkan ke titik daratan yang dapat diakses kendaraan untuk kemudian diangkut ke TPA Cilowong.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten, Arlan Marzan, mengatakan kegiatan bersih-bersih sungai tidak hanya bertujuan mengangkat sampah, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan