Kamis, 18 SEPTEMBER 2025 • 10:06 WIB

Heru Anwari Atlet BMX Profesional Asal Banten Pilih Pindah Ke Jabar Akibat Pemerintah Abai

Author

Heru Anwari atlet profesional asal Provinsi Banten (Doc.Mamo erfanto)

BANTEN – Para pegiat dan atlet BMX Banten yang telah berjuang dan meraih medali di Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VIII di Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak di perhatikan oleh pemerintah daerah. 

Hingga dua bulan paska kejuaraan berlalu. Baik Pihak pemerintah Banten maupun Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Banten sama sekali tidak memberikan respon baik ataupun sebatas ucapan selamat atas capian yang di peroleh

 Achmad Farhan atlet BMX asal Kota Serang menuturkan meski perjuangan kami mati matian untuk memperoleh mendali dan membanggakan nama pemerintah Banten di ajang oleh raga Sepeda, namun respon positif dari pemerintah maupun komite yang menangungi tidak ada sama sekali. Kamis 18 September 2025.

"Kami merasa di biarkan, merasa berjuang sendiri, meski perjungan kami di cabang olah sepeda demi Banten,"

Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Banten sebagai induk organisasi yang menaungi Asosiasi BMX Indonesia (ABI) Banten juga terkesan acuh atas prestasi yang kami raih.

Achmad Farhan lebih lanjut menuturkan meski sering meraih podium, menyumbangkan medali perak di kelas BMX Street Best Trick di FORNAS VIII. Namun akibat tidak adanya dukungan dan Support system dari lembaga terkait dan Pemerintah Provinsi Banten membuat dirinya harus batal mengikuti kejuaraan nasional BMX Freestyle 2025 di Ciamis.

Sementara itu Ketua ABI Banten, H. Oman Solihin, mengungkapkan rasa bangganya sekaligus keprihatinan yang mendalam. Selama 14 tahun mendampingi para atlet sejak 2011, anak-anak didiknya selalu berhasil meraih medali, baik emas maupun perak, di berbagai ajang regional, nasional, dan internasional.

"Kami bangga bisa mengharumkan nama Banten. Namun, di balik kebanggaan itu, ada kesedihan karena sejak 2011 hingga 2025 tidak ada apresiasi atau perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Banten," tutur Oman.

Oman menyayangkan tidak adanya apresiasi dan dukungan dari pihak pemerintah serta KORMI untuk para atlet.

Dirinya juga mempertanyakan terkait capaian capiaan para atlet BMX tidak pernah di sampaikan KORMI ke pihak pemerintah hingga terjadi miskomunikasi dan mengorbankan para atlet atau mungkin memang kurangnya empati dari para pejabat terhadap pegiat olahraga rekreasi. 

Ia berharap di bawah kepemimpinan gubernur Banten yang baru, ada perhatian yang lebih serius kepada para atlet.

Baca juga: Bentuk Dukungan Gubernur Banten Untuk Pelaku Usaha Mikro Ialah Dengan Cara Memborong Dagangan

Baca juga: Godaan Pelaku Usahan Rumahan adalah Pinjol

Oman juga berharap olahraga rekreasi yang bernaung di bawah KORMI bisa mendapatkan perlakuan yang sama dengan olahraga prestasi di bawah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Menurutnya, keduanya sama-sama dijamin oleh undang-undang keolahragaan.

Kondisi ini berpotensi menyebabkan Banten kehilangan atlet andalannya. Heru Anwari, atlet andalan Banten, kemungkinan besar akan pindah ke Jawa Barat untuk Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) 2026. Hal ini karena Pemerintah Provinsi Jawa Barat dinilai sangat memperhatikan atletnya, di mana para atlet di sana telah mendapatkan bonus antara Rp250 juta hingga Rp350 juta dari kejuaraan Porda, Porprov, hingga PON.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU