Kamis, 04 SEPTEMBER 2025 • 23:42 WIB

"Panjang Mulud" Tradisi Warga Serang Peringati Maulid Nabi Muhammad saw

Author

Panjang mulud (Doc.Mamo Erfanto)

BANTEN- Dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tradisi arak Panjang Mulud sudah menjadi agenda wajib bagi warga Kota Serang dan Banten pada umumnya. Panjang mulud merupakan bentuk ekspresi budaya religius yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Banten. Tradisi ini dilaksanakan sebagai bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dengan menampilkan berbagai prosesi simbolik seperti arak-arakan nasi panjang, pembacaan maulid, serta pertunjukan seni dan doa bersama. 

Tradisi Panjang Mulud adalah salah satu warisan budaya yang masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat Serang dan Banten. Perayaan Panjang Mulud yang dilakukan secara massal telah ada sejak masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa yaitu sekitar tahun 1651 M-1672 M. Kala itu perayaan Panjang Mulud dilakukan dengan sangat meriah. Pada masa pemerintahan belanda bahkan jepang, perayaan Panjang Mulud masih tetap berlangsung namun tidak semeriah pada masa kesultanan.

Baca juga: Jelang perayaan Maulid Nabi "Panjang Maulud" mulai Banyak Di Pajang

Panjang tidak terkait dengan sebuah ukuran dalam skala meter atau apa pun itu. Konon istilah Panjang lebih terkait pada kata Panjang yakni memajangkan atau memperlihatkan. Panjang Mulud adalah benda yang dihias, yang digunakan dan dipertontonkan pada saat perayaan kelahiran Nabi Muhammad Saw

Dalam tradisi panjang maulud di masyarakat Serang, biasa panjang maulud akan di isi dengan berbagai makanan baik mentah ataupun matang. Mengikuti perkembangan zaman masyarakat mulai menghiasi pajang mulud dengan berbagai kebutuham pokok, pakaian,uang hingga perabotan rumah tangga.

Panjang Mulud menurut bahasa terdapat dua kata, yaitu Panjang dan Mulud, Panjang dari bahasa sansekerta berarti hiasan atau dekorasi, sedangkan Mulud berarti kelahiran, kelahiran disini ada dua upacara secara kebersamaan, pertama perayaan Panjang Mulud sebagai upacara memperingati pembelian sultan, kedua peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Versi lain menyebutkan bahwa Istilah Panjang tidak terkait dengan sebuah ukuran dalam skala meter atau apa pun itu. Konon istilah Panjang lebih terkait pada kata Panjang yakni memajangkan atau memperlihatkan. Panjang Mulud adalah benda yang dihias, yang digunakan dan dipertontonkan pada saat perayaan kelahiran Nabi Muhammad Saw.

Saat hari perayaan panjang maulud yang telah di hias oleh warga biasanya di arak terlebih dahulu mengeliling kampung sebelum di pajang di masjid ataupun musola.

Panjang mulud yang di buat oleh masyarakat kemudian akan di bagikan untuk masyarakat yang layak mendapatkan, misal fakir miskin, janda,anak yatim dan orang tidak mampu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
Tags
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU