Pasar Kalodran Kota Serang (Doc.Mamo Erfanto)
BANTEN- Menjamurnya jual beli secara online di kalangan masyarakat tidak membuat pasar tradisional Kalodran yang beralamat di Jalan Raya Serang-Jakarta tepatnya di Lingkungan Kepuren, Kelurahan Kepuren, Kecamatan Walantaka, Kota Serang sepi pembeli.
Pasar Kalodran yang sudah berdiri sebelum Kota Serang terbentuk tersebut sudah menjadi lokasi transaksi jual beli masyarakat Serang dan sekitarnya.
Berbagai kebutuhan masyarakat di jajakan penjual di pasar yang berbatasan dengan Kabupaten tersebut, mulai dari sayur mayur, alat dapur, perkakas rumah tangga, kebutuhan pokok rumah tangga bahkan berbagai unggas hidup juga di jual di pasar tersebut.
Selain menjajakan berbagai kebutuhan rumah tangga di pasar Kalodran juga banyak dijual barang barang funiture bekas layak pakai seperti meja, korsi,lemari,rak makanan, kursi roda, sepeda bekas.
Hasil kerajinan tangan juga di jual di pasar ini mulai perkakasa masak, hiasan rumah hingga tempat lampu estetik juga ada.
Samsudin Warga Walantaka Kota Serang saat di temui menyampaikan alasan dirinya masih memilih belanja ke pasar Kalodran karena ingin membeli kursi meja bekas untuk usaha warung makanya. selain itu piranti lain seperti piring, sendok dan perobat berdagang lainya juga ada disini dengan harga yang masih bisa di tawar berbeda dengan saat beli online yang tidak bisa di tawar.
"Disini barang second banyak dan masih bagus bagus, saya lagi butuh kursi meja jumlah banyak untuk warung makan saya, selain itu kebutuhan peraboat rumah makan saya yang terbuat dari ayaman bambu juga ada, saya juga mau beli drum plastik bekas untuk tempat air,"
Lokasi pasar Kalodran yang berada jalan utama Serang-Jakarta tersebut membuat pasar yang selalu buka setiap hari ramai di datangi masyarakat yang mencari kebutuhan rumah.
Bahkan pemerintah Kota Serang telah mengatur jam beroperasi pasar yang awal hanya setiap Selasa dan Sabtu mejadi setiap hari dari pagi hingga petang.
Alasan pemerintah menjadi pasar Kalodran dari pasar mingguan menjadi pasar harian karena beberapa faktor mulai dari minat masyarakat yang cukup tinggi untuk datang ke pasar Kalodran juga soal kemacetan yang terjadi saat masih hari pasar. Serta jumlah pedagangnya sudah mencapai 400-an.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan