Kamis, 28 MEI 2026 • 13:32 WIB

Kisah Gedung Bioskop Mandala Rangkasbitung-Lebak yang Kini Terbengkalai, Saksi Hiburan Masa Keemasan Lebak

Author

Bioskop Mandala Rangkasbitung (Doc.Mamo Erfanto)

BANTEN-Di tengah perkembangan modernisasi dan menjamurnya pusat hiburan digital, masih terdapat bangunan-bangunan lama yang menyimpan kisah sejarah penting bagi masyarakat. Salah satunya adalah gedung Bioskop Mandala yang berada di wilayah Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten. Bangunan yang kini tampak tua dan terbengkalai itu pernah menjadi pusat hiburan paling ramai pada masanya.

Bagi masyarakat Rangkasbitung generasi lama, Bioskop Mandala bukan sekadar tempat menonton film. Gedung tersebut pernah menjadi simbol hiburan modern, tempat berkumpul warga, hingga bagian dari perjalanan budaya masyarakat Kabupaten Lebak. Kini, bangunan itu tinggal menyisakan dinding kusam, cat yang memudar, dan kenangan masa kejayaannya. Kamis, 28 Mei 2026.

Pernah Menjadi Hiburan Favorit Warga

Pada era 1980 hingga awal 2000-an, keberadaan bioskop menjadi hiburan utama masyarakat sebelum internet dan media sosial berkembang seperti sekarang. Saat itu, Bioskop Mandala menjadi salah satu tempat favorit warga Rangkasbitung untuk menikmati film layar lebar.

Baca juga: 10 Fakta Gedung Cikaroneng Yang Terbengkalai, Usang Termakan Waktu Dengan Cerita Mistisnya

Masyarakat dari berbagai kalangan datang berbondong-bondong untuk menonton film Indonesia, film laga, hingga film luar negeri yang sedang populer pada zamannya. Tidak sedikit warga dari kecamatan sekitar juga rela datang ke pusat Kota Rangkasbitung hanya untuk menikmati suasana bioskop.

Di masa kejayaannya, area sekitar bioskop selalu ramai, terutama saat akhir pekan dan malam hari. Pedagang kaki lima berjejer di sekitar lokasi. Aroma jajanan seperti kacang rebus, mie instan, hingga gorengan menjadi bagian dari suasana khas yang masih diingat banyak warga.

Bioskop Mandala kala itu dianggap sebagai simbol kemajuan hiburan di Kabupaten Lebak. Tidak semua daerah memiliki bioskop permanen, sehingga keberadaan gedung tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Rangkasbitung.

Bangunan yang Sarat Kenangan

Bagi sebagian warga, Bioskop Mandala menyimpan banyak cerita personal. Ada yang pertama kali menonton film bersama keluarga di tempat itu, ada pula yang menjadikannya lokasi berkumpul bersama teman sekolah.

Baca juga: Fakta Gedung Eks Matahari Lama Kota Cilegon, Aset Strategis yang Lama Terbengkalai

Gedung bioskop tersebut juga menjadi saksi perubahan tren hiburan masyarakat dari masa ke masa. Mulai dari era film laga Indonesia, film Warkop DKI, hingga film-film luar negeri yang sempat booming pada masanya pernah diputar di tempat itu.

Bahkan, bagi remaja era 1990-an, pergi ke bioskop menjadi aktivitas bergengsi. Menonton film di Bioskop Mandala saat itu dianggap sebagai hiburan modern yang tidak semua orang bisa lakukan setiap hari.

Kenangan itu kini masih melekat di ingatan masyarakat lama Rangkasbitung, meski kondisi gedungnya sudah jauh berbeda dibanding masa jayanya.

Mulai Sepi Seiring Perubahan Zaman

Memasuki awal tahun 2000-an, popularitas bioskop perlahan mulai menurun. Perubahan teknologi menjadi salah satu penyebab utama. Kehadiran televisi swasta, VCD, DVD, hingga kemudian internet membuat masyarakat mulai beralih menikmati hiburan dari rumah.

Selain itu, munculnya pusat hiburan modern di kota-kota besar juga ikut memengaruhi keberlangsungan bioskop-bioskop lama daerah. Bioskop Mandala yang dulunya ramai perlahan kehilangan penonton.

Baca juga: Fakta Gedung Eks Matahari Lama Kota Cilegon, Aset Strategis yang Lama Terbengkalai

Pendapatan yang menurun membuat operasional bioskop tidak lagi berjalan optimal. Perawatan gedung mulai berkurang. Beberapa bagian bangunan mengalami kerusakan dan tidak lagi diperbaiki secara maksimal.

Hingga akhirnya, bioskop tersebut berhenti beroperasi dan meninggalkan bangunan kosong yang kini tampak terbengkalai.

Kini Menjadi Bangunan Tua yang Terabaikan

Saat ini, kondisi gedung Bioskop Mandala terlihat memprihatinkan. Sebagian cat dinding mengelupas, beberapa bagian bangunan tampak kusam, dan area sekitar terlihat tidak terawat.

Meski sudah lama tidak digunakan, bentuk bangunan lama bioskop masih dapat dikenali masyarakat. Banyak warga yang melintas di sekitar lokasi masih menyebut bangunan tersebut sebagai “bioskop Mandala”, meskipun aktivitas hiburan di dalamnya sudah lama berhenti.

Suasana sepi membuat bangunan itu terkesan angker bagi sebagian warga. Tidak sedikit cerita masyarakat yang mengaitkan gedung kosong tersebut dengan kisah mistis, terutama karena kondisinya yang gelap dan jarang digunakan.

Baca juga: Deretan Gedung Lama Terbengkalai di Kota Serang, Jadi Sorotan Warga dan Pengguna Jalan

Namun di balik kesan menyeramkan itu, gedung tersebut sebenarnya menyimpan sejarah penting tentang perkembangan hiburan masyarakat Rangkasbitung di masa lalu.

Menjadi Bagian Sejarah Kota Rangkasbitung

Bangunan tua seperti Bioskop Mandala sebenarnya memiliki nilai sejarah dan sosial yang cukup besar. Gedung tersebut menjadi pengingat bagaimana masyarakat Kabupaten Lebak pernah mengalami masa perkembangan hiburan modern sebelum era digital berkembang pesat.

Di sejumlah daerah lain di Indonesia, bangunan bioskop lama bahkan ada yang direvitalisasi menjadi ruang kreatif, pusat seni, atau lokasi wisata sejarah. Hal serupa sebenarnya bisa menjadi peluang bagi bangunan-bangunan lama di daerah, termasuk Bioskop Mandala.

Jika dikelola dengan baik, bangunan tua tersebut dapat menjadi bagian dari wisata nostalgia sekaligus sarana edukasi sejarah lokal bagi generasi muda.

Keberadaan gedung tua juga memiliki nilai visual dan budaya yang unik. Banyak kalangan pecinta sejarah maupun fotografi tertarik mendokumentasikan bangunan-bangunan lama karena dianggap memiliki karakter tersendiri.

Nostalgia yang Masih Hidup di Tengah Masyarakat

Walaupun sudah lama tutup, nama Bioskop Mandala masih cukup dikenal masyarakat Rangkasbitung. Banyak warga lama yang masih mengenang pengalaman menonton film di tempat tersebut.

Sebagian bahkan merasa sedih melihat kondisi bangunan yang kini terbengkalai dan nyaris kehilangan fungsi. Bagi mereka, Bioskop Mandala bukan hanya bangunan biasa, tetapi bagian dari perjalanan hidup dan perkembangan kota.

Tidak sedikit pula generasi muda yang penasaran dengan sejarah bioskop tersebut setelah mendengar cerita dari orang tua mereka. Hal itu menunjukkan bahwa keberadaan Bioskop Mandala masih memiliki tempat di ingatan masyarakat.

Antara Kenangan dan Harapan Revitalisasi

Kondisi bangunan tua yang terbengkalai memang menjadi pemandangan umum di berbagai daerah. Namun di balik itu, terdapat nilai sejarah yang sebenarnya layak dipertahankan.

Bioskop Mandala Rangkasbitung menjadi salah satu contoh bagaimana perkembangan zaman dapat mengubah wajah hiburan masyarakat. Dari tempat yang dulu ramai dipenuhi penonton, kini berubah menjadi bangunan sunyi yang perlahan dimakan usia.

Meski demikian, harapan untuk melihat bangunan itu hidup kembali masih ada. Sebagian masyarakat berharap gedung tersebut suatu saat dapat direnovasi atau dimanfaatkan kembali menjadi ruang publik yang bermanfaat.

Baik dijadikan pusat seni, ruang komunitas, galeri budaya, maupun tempat kreatif lainnya, keberadaan bangunan lama seperti Bioskop Mandala tetap memiliki potensi jika dikelola dengan serius.

Karena pada akhirnya, bangunan tua bukan hanya soal fisik yang mulai rapuh, melainkan juga tentang cerita, kenangan, dan sejarah yang pernah hidup di dalamnya.

Bioskop Mandala Rangkasbitung kini mungkin hanya tinggal bangunan lama yang sepi. Namun bagi banyak warga Kabupaten Lebak, tempat itu tetap menjadi simbol masa ketika hiburan layar lebar pernah menghadirkan kebahagiaan sederhana bagi masyarakat.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU