BANTEN – Di tengah perkembangan wilayah pedesaan di Kabupaten Pandeglang, terdapat sebuah bangunan tua yang hingga kini masih menjadi perhatian warga sekitar. Gedung tua terbengkalai yang berada di kawasan Cikaroneng ini dikenal sebagai salah satu bangunan lawas yang menyimpan banyak cerita sejarah sekaligus menghadirkan suasana misterius bagi masyarakat sekitar.
Meski kondisinya kini sudah tidak terawat, bangunan tersebut masih berdiri kokoh dengan dinding tua yang mulai lapuk dan sebagian atap yang rusak dimakan usia. Keberadaannya sering menarik perhatian warga, pecinta sejarah, hingga pemburu lokasi fotografi bernuansa klasik dan horor. Kamis, 28 Mei 2026.
Berikut sejumlah fakta menarik terkait gedung tua terbengkalai Cikaroneng di Kabupaten Pandeglang.
Baca juga: Fakta Gedung Eks Matahari Lama Kota Cilegon, Aset Strategis yang Lama Terbengkalai
1. Sudah Berdiri Sejak Puluhan Tahun Lalu
Warga sekitar menyebut bangunan tua di kawasan Cikaroneng ini telah berdiri sejak puluhan tahun lalu. Tidak sedikit masyarakat yang memperkirakan bangunan tersebut sudah ada sejak era sebelum perkembangan modern di wilayah Pandeglang.
Usia bangunan yang cukup tua terlihat dari model arsitekturnya yang masih menggunakan konsep bangunan lama dengan tembok tebal, jendela besar, dan struktur ruangan yang luas. Material bangunan juga terlihat menggunakan konstruksi lama yang berbeda dengan bangunan modern saat ini.
Karena usianya yang cukup tua, gedung tersebut kini mengalami banyak kerusakan di beberapa bagian. Cat dinding memudar, plafon runtuh, hingga tumbuhan liar mulai tumbuh di sekitar bangunan.
Baca juga: Deretan Gedung Terbengkalai di Kabupaten Serang Yang Menyimpan Sejarah hingga Kisah Misteri
2. Memiliki Nuansa Arsitektur Klasik
Salah satu hal yang membuat bangunan tua Cikaroneng menarik perhatian adalah desain arsitekturnya. Gedung ini memiliki nuansa klasik yang cukup kuat dengan bentuk bangunan bergaya lama.
Bagian pintu dan jendela dibuat berukuran besar, menandakan bangunan tersebut kemungkinan dahulu digunakan untuk aktivitas penting atau memiliki fungsi khusus. Bentuk ventilasi dan susunan ruang juga terlihat berbeda dibanding rumah biasa pada umumnya.
Meski tidak lagi digunakan, karakter bangunan klasik tersebut masih terlihat jelas dan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang melintas di kawasan itu.
3. Lama Tidak Digunakan
Gedung tua tersebut diketahui sudah lama tidak digunakan. Aktivitas di dalam bangunan praktis sudah tidak ada lagi sehingga area sekitar terlihat sepi dan tidak terurus.
Baca juga: Deretan Gedung Lama Terbengkalai di Kota Serang, Jadi Sorotan Warga dan Pengguna Jalan
Karena terbengkalai cukup lama, beberapa bagian bangunan mengalami kerusakan cukup parah. Rumput liar tumbuh tinggi di halaman, sementara beberapa bagian dinding mulai retak.
Warga sekitar juga menyebut bangunan tersebut jarang dimasuki orang, kecuali oleh beberapa pengunjung yang penasaran dengan kondisi di dalam gedung tua tersebut.
4. Sering Dikaitkan dengan Cerita Misteri
Seperti bangunan tua pada umumnya, gedung terbengkalai Cikaroneng juga sering dikaitkan dengan berbagai cerita mistis yang berkembang di masyarakat.
Sebagian warga mengaku suasana di sekitar bangunan terasa sunyi terutama saat sore hingga malam hari. Tidak sedikit cerita yang beredar mengenai penampakan hingga suara-suara aneh dari area gedung kosong tersebut.
Meski demikian, cerita-cerita tersebut lebih banyak berkembang dari mulut ke mulut dan belum pernah terbukti secara pasti. Namun nuansa bangunan yang gelap dan tidak terawat membuat kesan angker semakin melekat di mata masyarakat.
5. Menjadi Perhatian Pemburu Foto dan Konten
Kondisi bangunan yang klasik dan terbengkalai membuat lokasi ini cukup menarik bagi sebagian pecinta fotografi dan kreator konten.
Banyak orang menyukai nuansa bangunan tua karena memberikan kesan artistik dan dramatis. Dinding kusam, jendela rusak, hingga lorong kosong sering dijadikan objek foto bernuansa vintage maupun horor.
Beberapa pengunjung bahkan sengaja datang untuk mengambil dokumentasi video eksplorasi bangunan tua atau konten sejarah lokal.
Namun masyarakat tetap diimbau berhati-hati apabila memasuki area gedung karena beberapa bagian bangunan sudah mengalami kerusakan dan dinilai rawan roboh.
6. Menjadi Pengingat Sejarah Wilayah
Keberadaan bangunan tua di Cikaroneng juga dianggap sebagai bagian dari jejak sejarah daerah. Meski kini tidak lagi aktif digunakan, bangunan tersebut menjadi pengingat perkembangan wilayah di masa lampau.
Bangunan lama seperti ini biasanya memiliki keterkaitan dengan aktivitas masyarakat pada zamannya, baik sebagai tempat tinggal, fasilitas umum, gudang, maupun bangunan pendukung kegiatan tertentu.
Karena itu, sebagian warga berharap bangunan tersebut tetap dijaga dan tidak sepenuhnya hilang agar nilai sejarah lokal tetap bisa dikenang generasi berikutnya.
7. Kondisi Bangunan Semakin Memprihatinkan
Seiring berjalannya waktu, kondisi gedung tua tersebut semakin memprihatinkan. Beberapa bagian bangunan terlihat rusak cukup berat akibat faktor usia dan minim perawatan.
Atap bangunan di beberapa titik tampak mulai ambruk. Dinding penuh lumut dan tanaman liar mulai menjalar hingga ke bagian dalam gedung.
Jika tidak mendapat perhatian, bangunan bersejarah seperti ini dikhawatirkan akan semakin rusak bahkan berpotensi roboh.
Selain faktor cuaca, kerusakan juga bisa terjadi akibat tangan jahil maupun pengambilan material bangunan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
8. Menjadi Lokasi yang Memicu Rasa Penasaran
Meski terbengkalai, gedung tua Cikaroneng tetap menjadi lokasi yang memancing rasa penasaran banyak orang. Tidak sedikit masyarakat yang penasaran mengenai sejarah asli bangunan tersebut dan fungsi awalnya pada masa lalu.
Karena minim informasi resmi, berbagai spekulasi dan cerita berkembang di tengah masyarakat. Hal inilah yang membuat keberadaan bangunan tua tersebut tetap menarik untuk dibahas.
Sebagian warga berharap suatu saat ada pendataan atau penelitian lebih lanjut terkait sejarah bangunan tersebut agar informasi mengenai asal-usulnya dapat diketahui secara jelas.
9. Potensi Menjadi Wisata Sejarah Lokal
Apabila dirawat dan ditata dengan baik, bangunan tua seperti di kawasan Cikaroneng sebenarnya memiliki potensi menjadi wisata sejarah lokal.
Di berbagai daerah, bangunan lawas sering dijadikan destinasi wisata edukasi dan budaya karena memiliki nilai sejarah serta karakter arsitektur unik.
Dengan penataan yang tepat, kawasan tersebut bisa menjadi tempat edukasi sejarah daerah sekaligus objek wisata alternatif di Kabupaten Pandeglang.
Namun tentu diperlukan perhatian serius dari berbagai pihak agar bangunan tetap aman dan tidak kehilangan bentuk aslinya.
10. Warga Berharap Ada Perhatian terhadap Bangunan Tua
Sebagian masyarakat berharap bangunan tua terbengkalai di Cikaroneng tidak dibiarkan rusak begitu saja. Selain memiliki nilai sejarah, keberadaan bangunan tersebut dinilai menjadi bagian dari identitas wilayah.
Warga berharap ada upaya pendataan, perawatan, maupun pelestarian agar bangunan lawas tersebut tetap bisa dikenang di masa mendatang.
Terlebih, bangunan tua sering menjadi saksi perjalanan suatu daerah dari masa ke masa. Meski kini hanya menyisakan tembok usang dan suasana sunyi, gedung tua Cikaroneng tetap menyimpan cerita panjang yang menjadi bagian dari sejarah lokal Kabupaten Pandeglang.
Keberadaan bangunan tua terbengkalai seperti di Cikaroneng menjadi pengingat bahwa perkembangan zaman selalu meninggalkan jejak. Di balik dinding yang lapuk dan halaman yang dipenuhi semak liar, tersimpan kisah masa lalu yang mungkin pernah menjadi bagian penting kehidupan masyarakat pada zamannya.
Kini, gedung tua tersebut masih berdiri dalam diam. Menjadi saksi bisu perjalanan waktu di Kabupaten Pandeglang, sekaligus menghadirkan rasa penasaran bagi siapa saja yang melihatnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan