Sejarah Terbentuknya Kabupaten Serang, Banten: Dari Pusat Kesultanan hingga Daerah Otonom Modern
BANTEN- Kabupaten Serang merupakan salah satu daerah penting di Provinsi Banten yang memiliki sejarah panjang sejak masa kerajaan hingga era pemerintahan modern saat ini. Letaknya yang strategis di ujung barat Pulau Jawa menjadikan wilayah ini sejak dahulu sebagai pusat perdagangan, pemerintahan, dan penyebaran agama Islam. Senin, 27 April 2026.
Sejarah Kabupaten Serang tidak dapat dipisahkan dari berdirinya Kesultanan Banten pada abad ke-16. Saat itu, wilayah Serang menjadi bagian penting dari pusat pemerintahan Kesultanan yang didirikan oleh Sultan Maulana Hasanuddin, putra dari Sunan Gunung Jati.
Baca juga: Sejarah Terbentuknya Kota Serang, Banten: Dari Pusat Kesultanan Hingga Menjadi Ibu Kota
Pada masa itu, kawasan Serang berkembang sebagai pusat pemerintahan dan jalur perdagangan karena dekat dengan pelabuhan internasional di kawasan Banten Lama. Banyak pedagang dari Arab, India, Tiongkok, hingga Eropa datang ke wilayah ini.
Memasuki era kolonial, wilayah Serang berada di bawah kendali pemerintah Hindia Belanda. Setelah runtuhnya Kesultanan Banten pada awal abad ke-19, Belanda mulai membentuk sistem pemerintahan modern dengan membagi wilayah administratif, termasuk Afdeling Serang.
Saat itu, Serang ditetapkan sebagai pusat pemerintahan di wilayah Banten karena lokasinya strategis dan dekat jalur transportasi utama
Terbentuknya Kabupaten Serang Setelah Kemerdekaan Indonesia
Baca juga: Makan Pagi Warga Baduy Saat Seba Bersama Jajaran Pemerintah
Setelah Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, wilayah Serang menjadi bagian dari Provinsi Jawa Barat. Kemudian, melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten dalam Lingkungan Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Serang resmi dibentuk sebagai daerah kabupaten.
Sejak saat itu, Kabupaten Serang menjalankan roda pemerintahan sendiri dengan ibu kota berada di Serang.
Perjalanan sejarah kembali berlanjut ketika Banten resmi menjadi provinsi baru pada tahun 2000 melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000. Kabupaten Serang kemudian menjadi salah satu kabupaten utama di provinsi tersebut.
Baca juga: Rute Baru Bus DAMRI Terminal Pakupatan Serang-Baduy
Pada tahun 2007, sebagian wilayah Kabupaten Serang dimekarkan menjadi Kota Serang sebagai daerah otonom baru. Meski demikian, Kabupaten Serang tetap menjadi salah satu wilayah terbesar dan berpengaruh di Provinsi Banten.
Kini Kabupaten Serang dikenal sebagai daerah yang memiliki potensi besar di sektor industri, pertanian, perikanan, hingga pariwisata. Selain itu, wilayah ini juga menyimpan banyak situs sejarah peninggalan Kesultanan Banten yang menjadi daya tarik wisata religi dan budaya.
Dengan sejarah panjang dari masa kesultanan hingga modern, Kabupaten Serang menjadi daerah yang memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah Banten maupun Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan