Angkot Kota Serang (Doc.Mamo Erfanto)
BANTEN-Kota Serang merupakan ibu kota Provinsi Banten yang memiliki sejarah panjang dan erat kaitannya dengan perjalanan Kesultanan Banten. Sebelum menjadi daerah otonom seperti sekarang, wilayah Serang telah dikenal sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, hingga penyebaran agama Islam di bagian barat Pulau Jawa. Senin, 27 April 2026.
Pada abad ke-16, kawasan Serang menjadi bagian penting dari Kesultanan Banten yang didirikan oleh Sultan Maulana Hasanuddin, putra dari Sunan Gunung Jati. Saat itu, wilayah Banten berkembang pesat sebagai pusat perdagangan internasional karena letaknya strategis di jalur pelayaran Selat Sunda.
Baca juga: Makan Pagi Warga Baduy Saat Seba Bersama Jajaran Pemerintah
Serang sendiri dikenal sebagai kawasan pemerintahan dan pertahanan Kesultanan Banten. Sejumlah peninggalan sejarah seperti Keraton Surosowan, Benteng Speelwijk, Masjid Agung Banten, dan Vihara Avalokitesvara menjadi saksi kejayaan masa lampau di daerah tersebut.
Memasuki masa penjajahan Belanda, wilayah Serang dijadikan pusat administrasi pemerintahan kolonial di Karesidenan Banten. Setelah Indonesia merdeka, Serang menjadi bagian dari Kabupaten Serang yang berada di Provinsi Jawa Barat, sebelum akhirnya Banten resmi menjadi provinsi tersendiri pada tahun 2000.
Seiring perkembangan wilayah dan kebutuhan pelayanan publik, muncul wacana pembentukan Kota Serang sebagai daerah otonom yang terpisah dari Kabupaten Serang. Setelah melalui proses panjang, pemerintah pusat akhirnya mengesahkan pembentukan Kota Serang melalui Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kota Serang di Provinsi Banten.
Baca juga: Rute Baru Bus DAMRI Terminal Pakupatan Serang-Baduy
Secara resmi, Kota Serang berdiri pada 10 Agustus 2007, Tanggal tersebut kemudian diperingati sebagai hari jadi Kota Serang setiap tahunnya.
Kota Serang dibentuk dari sebagian wilayah Kabupaten Serang yang meliputi enam kecamatan, yakni Serang, Cipocok Jaya, Curug, Kasemen, Taktakan, dan Walantaka.
Sebagai ibu kota Provinsi Banten, Kota Serang kini berkembang menjadi pusat pemerintahan, pendidikan, perdagangan, dan jasa. Meski terus tumbuh modern, Kota Serang tetap menyimpan kekayaan sejarah dan budaya yang menjadi identitas masyarakatnya.
Dengan perpaduan nilai sejarah dan pembangunan masa kini, Kota Serang terus berupaya menjadi kota maju tanpa meninggalkan akar budaya yang telah diwariskan sejak ratusan tahun lalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan