Sabtu, 20 DESEMBER 2025 • 12:11 WIB

UNPAM Kampus Serang Bahas Inovasi Desa, dari Digitalisasi hingga Tata Kelola Berkelanjutan

Author

Webinar UNPAM Kampus Serang Dorong Desa Inovatif (Indozone Banten )

BANTEN – Desa kini tak lagi dipandang sekadar sebagai objek pembangunan. Justru, desa dinilai menjadi aktor utama yang menentukan sukses tidaknya agenda pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Pandangan tersebut mengemuka dalam Webinar Nasional dan Diseminasi Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Desa sebagai Penggerak Pembangunan Berkelanjutan: Inovasi, Kolaborasi, dan Transformasi Tata Kelola” yang digelar Universitas Pamulang (UNPAM) Kampus PSDKU Serang, Kamis (18/12/2025), secara daring.

Kegiatan yang diinisiasi Program Studi Administrasi Negara UNPAM Kampus Serang ini diikuti sekitar 300 peserta, mulai dari mahasiswa, dosen, aparatur desa, hingga praktisi pembangunan.

Antusiasme peserta menunjukkan meningkatnya kesadaran bahwa desa merupakan titik krusial dalam menentukan arah pembangunan nasional, termasuk pencapaian SDGs Desa. Webinar dibuka langsung oleh Direktur UNPAM PSDKU Serang, Imam Sofi’i. 

Ia menekankan bahwa perguruan tinggi harus hadir membawa dampak nyata bagi masyarakat, salah satunya dengan menjadikan desa sebagai mitra strategis sekaligus ruang praktik penerapan ilmu pengetahuan.

“Penguatan tata kelola desa perlu difokuskan pada peningkatan kualitas SDM, transparansi pengelolaan keuangan, serta pelayanan publik yang benar-benar berpihak pada kebutuhan masyarakat,” ujar Imam.

Senada dengan itu, Ketua Program Studi Administrasi Negara UNPAM Kampus Serang, Zakaria Habib Al-Ra’zie, menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen prodi dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi.

Baca juga: 419 Pasukan Gabungan TNI Polri Diturunkan Amankan Nataru di Wilayah Tangerang Kota

Menurutnya, dosen dan mahasiswa memiliki peran penting dalam menjawab persoalan publik di tingkat desa secara aplikatif dan berkelanjutan.

Ketua Pelaksana kegiatan, Jaka Maulana, menjelaskan bahwa webinar ini dirancang sebagai ruang kolaborasi antara akademisi dan praktisi desa. Tak hanya membahas konsep, forum ini juga menghadirkan praktik nyata pengabdian dosen yang telah diterapkan di berbagai desa.

“Kami ingin sinergi kampus dan desa tidak berhenti di forum diskusi, tapi berlanjut menjadi kerja kolaboratif yang menghasilkan perubahan nyata,” kata Jaka.

Dalam sesi pemaparan, Ketua APDESI Merah Putih Provinsi Banten sekaligus Kepala Desa Kertasana, Uhadi, menyoroti pentingnya inovasi desa berbasis digital.

Ia menekankan optimalisasi Dana Desa melalui penguatan BUMDes, pengembangan ekonomi lokal, peningkatan kapasitas SDM, serta pemanfaatan Sistem Informasi Desa untuk mendorong pelayanan publik yang transparan dan akuntabel.

Meski begitu, Uhadi juga mengingatkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi desa, mulai dari keterbatasan SDM digital hingga rendahnya pemahaman aparatur desa soal keterbukaan informasi.

“Modernisasi desa tidak cukup hanya dengan teknologi. Yang terpenting adalah kesiapan manusia dan sistem kerjanya,” tegasnya.

Dari sisi akademik, dosen Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Dr. Ipah Ema Jumiati, menegaskan bahwa desa kini telah bergeser menjadi subjek utama pembangunan berkelanjutan.

Menurutnya, inovasi dan kolaborasi lintas aktor menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan ekonomi, sosial, dan lingkungan di tingkat desa.

Sementara itu, Akademisi UNPAM Kampus Serang, Heru Wahyudi, menyoroti pentingnya kolaborasi desa dan perguruan tinggi dalam penguatan tata kelola berbasis data dan pengukuran dampak pembangunan. Ia menilai masih banyak desa yang belum memiliki perencanaan berbasis data dan inovasi yang terlembagakan secara berkelanjutan.

“Besarnya Dana Desa harus diimbangi dengan transparansi dan akuntabilitas yang kuat. Kampus hadir sebagai mitra penguat sistem, bukan menggantikan peran desa,” jelasnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi Diseminasi PKM dosen UNPAM Kampus Serang yang memaparkan berbagai praktik pengabdian, mulai dari pelayanan publik, penguatan BUMDes, ekonomi kreatif, pendidikan politik, isu lingkungan, hingga perlindungan kelompok rentan. Pada sesi ini, Zakaria Habib Al-Ra’zie menekankan pentingnya program pengabdian yang relevan, berkelanjutan, dan berdampak nyata. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU