Sabtu, 15 NOVEMBER 2025 • 23:57 WIB

5 Abk Dan 13 Pemancing Terombang Ambing Di Perairan Tanjung Layar Selama Dua Hari Akibat Kapal Mati Mesin

Author

Titik kordinat KMP yang membawa 13 pemancing yang mati mesin (Doc.Mamo erfanto)

BANTENKapal bermotor KM Jayasena dilaporkan mengalami mati mesin di perairan Tanjung Layar, Ujung Kulon, Kabupaten Pandeglang, Banten. Informasi pertama diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten pada Sabtu, 15 November 2025, pukul 20.50 WIB dari pelapor bernama Rendy.

Kasubsi Siaga Dan Operasi Rizky Dwianto Basarnas Banten menyampaikan kapal yang membawa total 18 orang terdiri dari 5 kru dan 13 pemancing berangkat menuju wilayah Tanjung Layar pada Kamis (13/11). Namun, pada Jumat (14/11), kapal mengalami mati mesin dan hingga Sabtu malam masih terombang-ambing tanpa kemampuan bergerak di titik koordinat 6°46'28.10"S - 105°12'1.90"E, atau sekitar 85 nautical mile dari Kantor SAR Banten. Sabtu, 15 November 2025 Malam.

"Seluruh penumpang dan kru dilaporkan dalam kondisi selamat, namun membutuhkan evakuasi. Cuaca di lokasi terpantau cerah dengan tinggi gelombang 1–3 meter,"

Rizky Dwianto lebih lanjut menegaskan Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten langsung melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Probo, Panimbang, serta kapten KM Jayasena. Diperoleh informasi bahwa kapal nelayan KM Hapid sempat berupaya melakukan penarikan dan terakhir terpantau pada pukul 17.45 WIB berada di sekitar Karang Copong, Pulau Peucang, untuk berteduh akibat kondisi cuaca.

Upaya penyelamatan terus dilakukan. Pada pukul 21.00 WIB, Unit Siaga SAR Pandeglang diberangkatkan untuk memantau perkembangan situasi. Selanjutnya, pada pukul 00.00 wib, KN SAR Tetuka dijadwalkan berangkat menuju lokasi kejadian dengan estimasi waktu tempuh sekitar tujuh jam dan diperkirakan tiba pada Minggu pagi, 16 November 2025, pukul 07.00 WIB.

Baca juga: Pemprov Banten Dukung percepatan Program Pendidikan Dokter Spesialis Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Baca juga: Pembangunan Pedestrian Royal Kota Serang Telah Sesuai dengan Rencana

Ia menyampaikan sejumlah unsur turut terlibat dalam operasi tersebut, di antaranya USS Pandeglang, KN SAR Tetuka, Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Polairud Pandeglang, Lanal Banten Pos Sumur, serta nelayan setempat. Adapun peralatan yang dikerahkan meliputi alutsista KN SAR Tetuka, palsar air, palsar medis, dan berbagai peralatan pendukung lainnya.

"Hingga laporan ini diturunkan, operasi SAR masih berlangsung untuk memastikan seluruh korban dapat dievakuasi dalam keadaan selamat,"

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Rilis

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU