BANTEN – Ribuan guru dan kepala sekolah SMP swasta di Kabupaten Serang merasa dianaktirikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang.
Mereka menuntut pemberian insentif dan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) yang dinilai timpang dibandingkan dengan sekolah negeri dan madrasah.
Baca juga: Demo Mahasiswa Dan Alumni SMAN 4 Kota Terkait Dugaan Pelecehan Seksual oleh Guru Ricuh
Penasihat Forum Komunikasi SMP Swasta (FKSS) Kabupaten Serang, Encep Efendi, mengungkapkan adanya ketimpangan perlakuan antara sekolah negeri dan swasta di wilayah tersebut.
"Pengurus FKSS merasa dianaktirikan oleh Pemkab Serang," ujar Encep di Ciwaru, Kota Serang, Senin 21 Juli 2025.
Perjuangan untuk mendapatkan hak-hak ini sudah berlangsung sejak tahun 2016. Berbagai upaya diplomasi telah ditempuh, namun belum membuahkan hasil signifikan. Oleh karena itu, FKSS berencana menggelar aksi demonstrasi besar-besaran.
"Aksi diplomasi sudah kami tempuh, sekarang akan melakukan aksi demo," tegas Encep.
Aksi ini diperkirakan akan diikuti oleh 1.700 kepala sekolah dan guru SMP swasta se-Kabupaten Serang.
Tuntutan utama para guru dan kepala sekolah ini adalah agar guru SMP swasta mendapatkan insentif yang layak dan BOSDA.
Mereka menyoroti bahwa guru madrasah hingga SMA telah menerima insentif dari Kementerian Agama, serta BOSDA berdasarkan jumlah siswa.
"Yang penting diperhatikan," kata Encep, merujuk pada kesenjangan ini.
Para guru SMP swasta berharap Pemkab Serang dapat segera memberikan perhatian serius terhadap nasib mereka, demi terwujudnya kesetaraan pendidikan di Kabupaten Serang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan