Jembatan bendungan Pamarayan (Doc.Mamo Erfanto)
BANTEN- Di Kabupaten Serang, ada beberapa jembatan dan kawasan perlintasan yang kerap dikaitkan dengan cerita mistis oleh warga sekitar. Meski kisah-kisah ini belum pernah terbukti secara ilmiah dan lebih banyak berkembang sebagai cerita turun-temurun, lokasinya cukup dikenal karena nuansa angker yang melekat di masyarakat.
Jembatan Piano Carenang
Salah satu yang paling sering dibicarakan adalah Jembatan Piano di Kecamatan Carenang. Jembatan kayu yang melintasi Sungai Cidurian ini mendapat julukan “Jembatan Piano” karena papan kayunya mengeluarkan bunyi seperti tuts piano saat dilintasi kendaraan. Selain kondisi jembatan yang rawan dan sering menyebabkan kecelakaan, warga sekitar juga kerap mengaitkannya dengan cerita mistis, terutama saat malam hari ketika suasana sungai sangat sepi.
Baca juga: Cerita Mistis Yang Dikaitkan Dengan Jembatan Kaujon di Kota Serang
Kawasan Bendungan Pamarayan
Meski bukan jembatan secara langsung, jalur jembatan dan akses di sekitar Bendungan Pamarayan sering masuk dalam daftar lokasi angker di Serang. Beredar cerita mengenai suara-suara misterius, penampakan sosok perempuan, hingga kisah arwah korban yang disebut masih menghuni area bendungan. Lokasi ini bahkan dikenal sebagai tempat yang sering dijadikan lokasi uji nyali oleh sebagian kalangan. Minggu, 30 Mei 2026.
Jembatan dan Jalur Sungai Cidurian
Selain Jembatan Piano, beberapa warga di sepanjang aliran Sungai Cidurian juga memiliki cerita tentang penampakan makhluk halus dan kejadian-kejadian ganjil yang dialami pengendara saat melintas pada malam hari. Cerita tersebut berkembang dari pengalaman warga dan pengendara yang mengaku merasakan suasana berbeda ketika melewati kawasan sungai yang minim penerangan.
Baca juga: Polsek Neglasari Sita 970 Butir Tramadol Siap Edar , 2 Pemuda Asal Aceh Jadi Tersangka
Mengapa Cerita Mistis Mudah Berkembang?
Banyak lokasi yang dianggap angker di Kabupaten Serang memiliki karakteristik yang sama, seperti:
* Berada di area sepi dan minim penerangan.
* Dekat sungai, bendungan, atau hutan.
* Memiliki sejarah kecelakaan atau peristiwa tragis.
* Sudah menjadi bagian dari cerita rakyat yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Karena faktor-faktor tersebut, muncul berbagai kisah yang kemudian berkembang menjadi legenda lokal di tengah masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan