Pasar loak gang rendah Serang (Doc.Mamo Erfanto)
BANTEN – Kawasan Cikande, Kabupaten Serang, dikenal sebagai salah satu wilayah industri terbesar di Banten. Namun di balik hiruk pikuk kawasan pabrik dan lalu lintas kendaraan berat, terdapat aktivitas ekonomi rakyat yang tetap hidup, salah satunya pasar loak dan pusat jual beli barang bekas yang menjadi tujuan masyarakat berburu barang murah.
Pasar loak di sekitar Cikande tidak hanya menjual barang bekas rumah tangga, tetapi juga sparepart motor, besi tua, elektronik second, hingga perlengkapan usaha dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibanding barang baru. Aktivitas jual beli ini ramai terutama pada pagi hingga siang hari. Jumat, 29 Mei 2026.
Baca juga: Berburu Barang Murah dan Antik, Cek Lokasi Pasar Loak di Kota Serang yang Masih Ramai Dikunjungi
Salah satu lokasi yang cukup dikenal masyarakat adalah kawasan Pasar Cikande yang berada di wilayah Banjarsari, Kecamatan Cikande. Pasar ini menjadi pusat perdagangan tradisional sekaligus tempat sejumlah pedagang barang bekas membuka lapak mereka.
Di area sekitar pasar, masyarakat bisa menemukan berbagai barang loak mulai dari peralatan rumah tangga, alat pertukangan, onderdil kendaraan, hingga barang elektronik bekas. Tidak sedikit pembeli datang dari luar Kecamatan Cikande untuk mencari barang dengan harga miring.
Selain Pasar Cikande, terdapat pula sejumlah lokasi jual beli barang bekas dan rongsokan yang cukup aktif di wilayah sekitar. Di antaranya adalah Jual beli rongsokan limbah di kawasan Situterate, Kecamatan Cikande, yang dikenal sebagai tempat transaksi besi tua dan barang bekas industri.
Kemudian ada juga Sukat Logam "JUAL BELI BESI TUA" di wilayah Parigi, Kecamatan Cikande. Tempat ini banyak didatangi pengepul maupun warga yang ingin menjual barang logam bekas seperti besi, aluminium, hingga tembaga.
Baca juga: Dispora Kota Tangerang Berhasik Cetak 1.000 Wirausaha Muda Melalui Pelatihan "Jago AI"
Bagi pencari motor bekas atau onderdil kendaraan second, masyarakat juga mengenal Jual Beli Motor Bekas Serang yang berada di jalur utama Cikande.
Sementara itu, aktivitas pasar rakyat di sekitar Cikande juga berkembang di beberapa titik lain seperti Pasar Banjar dan kawasan Pasar Ciherang. Bahkan Pasar Ciherang sempat menjadi sorotan karena padatnya aktivitas pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar area pasar.
Keberadaan pasar loak sendiri dianggap membantu masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Banyak warga memilih membeli barang bekas karena harga lebih murah namun masih layak digunakan. Selain itu, pasar loak juga membuka peluang usaha bagi pedagang kecil dan pengepul barang bekas.
Tidak sedikit pemburu barang antik maupun kolektor datang untuk mencari “hidden gem” di pasar loak. Mulai dari radio lawas, velg motor jadul, hingga peralatan rumah tangga vintage kadang bisa ditemukan dengan harga murah jika pandai menawar.
Meski demikian, pembeli tetap diimbau teliti sebelum membeli barang bekas. Kondisi barang perlu diperiksa secara detail agar tidak mengalami kerusakan setelah dibawa pulang. Kemampuan menawar harga juga menjadi bagian penting saat bertransaksi di pasar loak.
Dengan aktivitas ekonomi yang terus berjalan, pasar loak di sekitar Cikande menjadi bagian dari denyut perdagangan rakyat yang masih bertahan hingga sekarang. Selain menjadi tempat berburu barang murah, pasar loak juga menjadi ruang perputaran ekonomi informal yang membantu banyak warga mencari nafkah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan