Bioskop Mandala Rangkasbitung (Doc.Mamo Erfanto)
BANTEN-Di tengah perkembangan modernisasi dan menjamurnya pusat hiburan digital, masih terdapat bangunan-bangunan lama yang menyimpan kisah sejarah penting bagi masyarakat. Salah satunya adalah gedung Bioskop Mandala yang berada di wilayah Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten. Bangunan yang kini tampak tua dan terbengkalai itu pernah menjadi pusat hiburan paling ramai pada masanya.
Bagi masyarakat Rangkasbitung generasi lama, Bioskop Mandala bukan sekadar tempat menonton film. Gedung tersebut pernah menjadi simbol hiburan modern, tempat berkumpul warga, hingga bagian dari perjalanan budaya masyarakat Kabupaten Lebak. Kini, bangunan itu tinggal menyisakan dinding kusam, cat yang memudar, dan kenangan masa kejayaannya. Kamis, 28 Mei 2026.
Pernah Menjadi Hiburan Favorit Warga
Pada era 1980 hingga awal 2000-an, keberadaan bioskop menjadi hiburan utama masyarakat sebelum internet dan media sosial berkembang seperti sekarang. Saat itu, Bioskop Mandala menjadi salah satu tempat favorit warga Rangkasbitung untuk menikmati film layar lebar.
Baca juga: 10 Fakta Gedung Cikaroneng Yang Terbengkalai, Usang Termakan Waktu Dengan Cerita Mistisnya
Masyarakat dari berbagai kalangan datang berbondong-bondong untuk menonton film Indonesia, film laga, hingga film luar negeri yang sedang populer pada zamannya. Tidak sedikit warga dari kecamatan sekitar juga rela datang ke pusat Kota Rangkasbitung hanya untuk menikmati suasana bioskop.
Di masa kejayaannya, area sekitar bioskop selalu ramai, terutama saat akhir pekan dan malam hari. Pedagang kaki lima berjejer di sekitar lokasi. Aroma jajanan seperti kacang rebus, mie instan, hingga gorengan menjadi bagian dari suasana khas yang masih diingat banyak warga.
Bioskop Mandala kala itu dianggap sebagai simbol kemajuan hiburan di Kabupaten Lebak. Tidak semua daerah memiliki bioskop permanen, sehingga keberadaan gedung tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Rangkasbitung.
Bangunan yang Sarat Kenangan
Bagi sebagian warga, Bioskop Mandala menyimpan banyak cerita personal. Ada yang pertama kali menonton film bersama keluarga di tempat itu, ada pula yang menjadikannya lokasi berkumpul bersama teman sekolah.
Baca juga: Fakta Gedung Eks Matahari Lama Kota Cilegon, Aset Strategis yang Lama Terbengkalai
Gedung bioskop tersebut juga menjadi saksi perubahan tren hiburan masyarakat dari masa ke masa. Mulai dari era film laga Indonesia, film Warkop DKI, hingga film-film luar negeri yang sempat booming pada masanya pernah diputar di tempat itu.
Bahkan, bagi remaja era 1990-an, pergi ke bioskop menjadi aktivitas bergengsi. Menonton film di Bioskop Mandala saat itu dianggap sebagai hiburan modern yang tidak semua orang bisa lakukan setiap hari.
Kenangan itu kini masih melekat di ingatan masyarakat lama Rangkasbitung, meski kondisi gedungnya sudah jauh berbeda dibanding masa jayanya.
Mulai Sepi Seiring Perubahan Zaman
Memasuki awal tahun 2000-an, popularitas bioskop perlahan mulai menurun. Perubahan teknologi menjadi salah satu penyebab utama. Kehadiran televisi swasta, VCD, DVD, hingga kemudian internet membuat masyarakat mulai beralih menikmati hiburan dari rumah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: