Vihara Mandalawangi Arama, Pandeglang (Doc.Mamo Erfanto)
BANTEN – Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, dikenal sebagai daerah yang kaya akan budaya dan keberagaman masyarakat. Meski mayoritas penduduk memeluk agama Islam, keberadaan umat Buddha di wilayah ini turut mewarnai kehidupan sosial dengan semangat toleransi antarumat beragama.
Sebagai sarana ibadah dan pembinaan umat, terdapat beberapa tempat ibadah umat Buddha di Kabupaten Pandeglang yang menjadi pusat kegiatan keagamaan, mulai dari perayaan hari besar keagamaan hingga kegiatan sosial kemasyarakatan. Selasa, 28 April 2026.
Baca juga: Vihara dan Cetiya Jadi Pusat Ibadah Umat Buddha di Kota Cilegon
Salah satu tempat ibadah umat Buddha yang dikenal berada di wilayah Kabupaten Pandeglang adalah Vihara Buddha Dharma yang berada di kawasan Labuan. Vihara ini menjadi tempat umat Buddha melaksanakan puja bakti rutin, meditasi, serta peringatan Hari Raya Waisak.
Selain itu, di sejumlah kecamatan yang memiliki komunitas warga Tionghoa maupun umat Buddha, juga terdapat tempat ibadah berupa vihara dan cetiya yang digunakan untuk kegiatan spiritual umat.
Baca juga: Vihara dan Klenteng Jadi Pusat Ibadah Umat Buddha di Kabupaten Serang
Keberadaan tempat ibadah tersebut tidak hanya menjadi pusat pembinaan rohani, tetapi juga simbol kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Pandeglang. Masyarakat setempat dikenal hidup berdampingan dengan damai serta saling menghormati keyakinan masing-masing.
Pemerintah daerah bersama tokoh agama terus mendorong terciptanya suasana harmonis di tengah keberagaman masyarakat. Hal ini sejalan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika yang terus dijaga di Kabupaten Pandeglang.
Dengan adanya vihara dan tempat ibadah umat Buddha di Pandeglang, diharapkan nilai-nilai toleransi, kedamaian, dan persatuan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan