Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 28 APRIL 2026 • 22:22 WIB

Vihara dan Cetiya Jadi Pusat Ibadah Umat Buddha di Kota Cilegon

Vihara dan Cetiya Jadi Pusat Ibadah Umat Buddha di Kota CilegonVihara Bodhicitta Perumahan Taman Cilegon Indah,Komplek Azalea,Cilegon (Mamo Erfanto)

BANTEN – Kota Cilegon yang dikenal sebagai kawasan industri dan kota penyangga ekonomi di Provinsi Banten juga memiliki keberagaman tempat ibadah bagi masyarakatnya, termasuk umat Buddha. Sejumlah vihara dan cetiya berdiri sebagai pusat kegiatan keagamaan, pembinaan spiritual, serta sosial kemasyarakatan.

Tempat ibadah umat Buddha di Kota Cilegon umumnya tersebar di wilayah permukiman dan kawasan perkotaan yang memiliki komunitas Tionghoa maupun masyarakat penganut Buddha. Keberadaan vihara ini menjadi simbol toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kota Baja.

Baca juga: Vihara dan Klenteng Jadi Pusat Ibadah Umat Buddha di Kabupaten Serang

Salah satu tempat ibadah umat Buddha yang dikenal di Kota Cilegon adalah Vihara Tri Dharma, yang menjadi lokasi pelaksanaan sembahyang rutin, perayaan Waisak, hingga kegiatan sosial keagamaan. Selain itu, terdapat pula beberapa cetiya atau rumah ibadah berukuran lebih kecil yang digunakan umat untuk berdoa dan berkumpul. Selasa, 28 April 2026.

Pada hari-hari besar keagamaan seperti Waisak, Asadha, dan Kathina, vihara-vihara di Kota Cilegon biasanya dipadati umat yang datang untuk beribadah. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dengan rangkaian doa, meditasi, pelepasan satwa, serta bakti sosial kepada masyarakat sekitar.

Baca juga: Tempat Ibadah Umat Buddha di Kota Serang, Simbol Kerukunan dan Keberagaman

Tokoh masyarakat menilai keberadaan rumah ibadah umat Buddha di Kota Cilegon mencerminkan harmonisasi kehidupan beragama yang telah lama terjalin. Meski jumlahnya tidak sebanyak rumah ibadah agama lain, vihara tetap menjadi bagian penting dari keberagaman kota tersebut.

Pemerintah daerah bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) juga terus mendorong terciptanya suasana aman dan damai bagi seluruh pemeluk agama dalam menjalankan ibadahnya.

Baca juga: Pemberlakukan ETLE Handheld Satlantas Polres Metro Tangerang Kota Bisa Tindak Pelanggaran Secara Langsung

Dengan adanya vihara dan cetiya di Kota Cilegon, umat Buddha dapat menjalankan ajaran agama dengan tenang, sekaligus memperkuat nilai toleransi di tengah masyarakat multikultural.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Vihara dan Cetiya Jadi Pusat Ibadah Umat Buddha di Kota Cilegon

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!