Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 27 APRIL 2026 • 09:44 WIB

Sejarah Pemekaran Kota Tangerang Selatan, Hingga Menjadi Daerah Otonom Baru di Provinsi Banten

Sejarah Pemekaran Kota Tangerang Selatan, Hingga Menjadi Daerah Otonom Baru di Provinsi BantenPusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan (Doc.Google)

BANTEN-Kota Tangerang Selatan merupakan salah satu daerah otonom termuda di Provinsi Banten yang lahir dari hasil pemekaran Kabupaten Tangerang. Kehadiran kota ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan pelayanan publik, mempercepat pembangunan, serta menata kawasan perkotaan yang berkembang pesat di wilayah penyangga Jakarta.

Secara historis, wilayah yang kini menjadi Kota Tangerang Selatan dulunya merupakan bagian dari Kabupaten Tangerang. Kawasan ini meliputi sejumlah kecamatan seperti Ciputat, Pamulang, Pondok Aren, Serpong, Serpong Utara, Setu, dan Ciputat Timur. Seiring pertumbuhan penduduk yang sangat cepat, terutama sejak dekade 1990-an, wilayah tersebut berkembang menjadi kawasan permukiman, perdagangan, jasa, dan pusat pendidikan.

Baca juga: Sejarah Pemekaran Kota Tangerang Hingga Menjadi Daerah Otonom Baru

Pertumbuhan pesat tersebut mendorong munculnya aspirasi masyarakat agar wilayah Tangerang bagian selatan dimekarkan menjadi daerah tersendiri. Tujuannya agar pengelolaan pemerintahan lebih fokus, pembangunan lebih merata, serta pelayanan administrasi kepada masyarakat menjadi lebih cepat dan efektif.

Setelah melalui proses panjang, pemerintah pusat akhirnya menyetujui pembentukan Kota Tangerang Selatan melalui Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kota Tangerang Selatan di Provinsi Banten. Undang-undang tersebut disahkan pada 26 November 2008.

Baca juga: Sejarah Terbentuknya Kabupaten Tangerang hingga Bergabung dengan Provinsi Banten

Dengan pengesahan itu, Kota Tangerang Selatan resmi menjadi daerah otonom baru di Provinsi Banten. Wilayahnya terdiri atas tujuh kecamatan, yakni Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang, Pondok Aren, Serpong, Serpong Utara, dan Setu.

Setelah resmi berdiri, pemerintahan sementara dijalankan oleh pejabat wali kota hingga kemudian digelar pemilihan kepala daerah definitif. Sejak saat itu, Tangerang Selatan terus berkembang menjadi salah satu kota modern di Indonesia.

Saat ini, Kota Tangerang Selatan dikenal sebagai kawasan hunian strategis, pusat bisnis, pendidikan, dan jasa. Keberadaan sejumlah kawasan elite seperti BSD City, Bintaro Jaya, dan Alam Sutera turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Sebagai kota hasil pemekaran, Tangerang Selatan dinilai berhasil menunjukkan perkembangan signifikan dalam waktu relatif singkat. Infrastruktur terus dibangun, investasi meningkat, dan kualitas pelayanan publik semakin baik.

Baca juga: Sejarah Terbentuknya Kabupaten Tangerang hingga Bergabung dengan Provinsi Banten

Pemekaran Kota Tangerang Selatan menjadi contoh bagaimana pembentukan daerah otonom baru dapat mendorong percepatan pembangunan, terutama di kawasan urban yang memiliki dinamika pertumbuhan tinggi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sejarah Pemekaran Kota Tangerang Selatan, Hingga Menjadi Daerah Otonom Baru di Provinsi Banten

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!