Landmark Kota Cilegon (Doc.Google)
BANTEN- Cilegon merupakan salah satu kota penting di Provinsi Banten yang dikenal sebagai pusat industri baja nasional. Namun, di balik citranya sebagai kota industri modern, Cilegon memiliki perjalanan sejarah panjang hingga akhirnya resmi berdiri sebagai daerah otonom. Senin, 27April 2026.
Secara historis, wilayah Cilegon dulunya merupakan bagian dari Kabupaten Serang. Kawasan ini mulai berkembang pesat sejak masa kolonial karena letaknya yang strategis di jalur penghubung Pulau Jawa dan Sumatera, terutama setelah pembangunan pelabuhan di Merak.
Baca juga: Sejarah Terbentuknya Kabupaten Serang, Banten: Dari Pusat Kesultanan hingga Daerah Otonom Modern
Nama Cilegon sendiri diyakini berasal dari kata “Ci” yang dalam bahasa Sunda berarti air atau sungai, serta “legon” yang berarti cekungan atau teluk kecil. Hal ini menggambarkan kondisi geografis wilayah tersebut yang memiliki aliran sungai dan dekat kawasan pesisir.
Perkembangan Cilegon semakin pesat setelah berdirinya perusahaan baja nasional PT Krakatau Steel pada tahun 1970. Kehadiran industri besar tersebut menjadikan Cilegon sebagai pusat ekonomi baru di wilayah barat Pulau Jawa. Infrastruktur, permukiman, serta pertumbuhan penduduk meningkat signifikan.
Seiring perkembangan tersebut, muncul aspirasi masyarakat agar Cilegon memiliki pemerintahan sendiri dan terpisah dari Kabupaten Serang. Setelah melalui proses panjang, pemerintah pusat akhirnya menetapkan pembentukan Kota Cilegon melalui Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Cilegon.
Baca juga: Sejarah Terbentuknya Kota Serang, Banten: Dari Pusat Kesultanan Hingga Menjadi Ibu Kota
Pada tanggal **27 April 1999**, Cilegon resmi berdiri sebagai kota otonom. Tanggal tersebut kini diperingati sebagai Hari Jadi Kota Cilegon.
Sejak berdiri, Cilegon terus berkembang menjadi kota industri, perdagangan, dan jasa. Selain dikenal dengan kawasan industri baja dan petrokimia, kota ini juga memiliki peran strategis karena menjadi pintu gerbang Jawa-Sumatera melalui Pelabuhan Merak.
Kini, Cilegon tidak hanya dikenal sebagai Kota Baja, tetapi juga sebagai salah satu daerah dengan kontribusi ekonomi besar bagi Provinsi Banten dan Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan