Bangunan liar di kawasab Kampung Benji,Trumbu, Kasemen penyebab banjir (Doc.Mamo Erfanto)
BANTEN - Sejumlah saluran air di Kampung Beji, Kelurahan Terumbu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang tertutup bangunan yang maju hingga ke atas drainase, sehingga menghambat aliran air dan memicu genangan saat hujan.
Wali Kota Serang Budi Rustandi mengatakan banyak saluran yang tidak lagi berfungsi optimal karena tertutup permanen oleh bangunan warga.
“Drainasenya banyak ditutup oleh warga sendiri. Padahal ketika banjir, yang terdampak juga warga. Jadi tolong dijaga, jangan menutup drainase,” ujar Budi di sela peninjauan, Jumat, 25 April 2026.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab genangan yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Aliran air yang tersumbat membuat drainase tidak mampu menampung debit air saat hujan deras.
Baca juga: Serang Mengaji Difokuskan Untuk 221 SD dan 27 SMP negeri di Kota Serang
“Kalau dibiarkan, aliran air tidak jalan. Akhirnya meluap ke jalan dan permukiman. Ini yang harus dibenahi bersama,” katanya.
Pemerintah Kota Serang meminta warga tidak lagi membangun melewati batas, terutama di atas saluran air. Penataan dilakukan agar fungsi drainase kembali normal dan lingkungan lebih tertata.
Selain itu, Budi menginstruksikan aparat wilayah untuk lebih tegas dalam pengawasan. Lurah, camat hingga RT dan RW diminta aktif memastikan tidak ada lagi pelanggaran serupa.
“Saya sudah arahkan ke RT dan RW, jangan ada lagi yang bangun di atas drainase. Kalau masih ada, harus ditindak,” tegasnya.
Ia juga meminta jajarannya tidak ragu dalam melakukan penertiban. Bangunan yang menutup saluran air akan dibongkar demi kelancaran aliran.
Baca juga: Sabar Menanti, Polisi Ringkus Komplotan Ganjal ATM Lintas Daerah di Tangerang
Di sisi lain, peninjauan tersebut juga memastikan progres pembangunan jalan di Kampung Beji berjalan sesuai rencana. Proyek sepanjang sekitar 1,3 kilometer itu ditargetkan rampung dalam waktu tiga bulan dengan anggaran Rp2,9 miliar.
Perbaikan jalan diharapkan berjalan seiring dengan pembenahan drainase, sehingga kawasan tersebut tidak lagi terdampak genangan saat musim hujan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan