Puasa Dzulhijjah (Doc.Mamo Erfanto)
BANTEN- Bulan Dzulhijjah menjadi salah satu waktu yang sangat istimewa bagi umat Islam. Selain identik dengan ibadah haji dan perayaan Idul Adha, sepuluh hari pertama Dzulhijjah juga dianjurkan untuk diisi dengan berbagai amalan sunnah, salah satunya adalah puasa.
Puasa Dzulhijjah dilakukan sejak tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah, dengan puncaknya pada puasa Arafah di tanggal 9. Amalan ini memiliki keutamaan besar karena termasuk dalam hari-hari terbaik dalam Islam. Minggu, 19 April 2026.
Baca juga: Penetapan 1 Dzulhijjah 1447 H Tahun 2026 Diperkirakan Pertengahan Mei
Berikut bacaan niat puasa Dzulhijjah yang bisa diamalkan:
**Arab:**
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِي الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
**Latin:**
Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta’ala
**Artinya:**
“Saya niat puasa sunnah Dzulhijjah karena Allah Ta’ala.”
Niat puasa ini sebaiknya dibaca pada malam hari hingga sebelum terbit fajar. Namun, untuk puasa sunnah, niat juga masih diperbolehkan di pagi hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Puasa di awal bulan Dzulhijjah memiliki keutamaan yang sangat besar. Dalam sejumlah riwayat, disebutkan bahwa tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai oleh Allah dibandingkan sepuluh hari pertama Dzulhijjah.
Baca juga: Harga Sapi Jelang Idul Adha 2026 Mulai Naik Kisaran 10jt Per 100kg.
Khusus untuk puasa Arafah (9 Dzulhijjah), memiliki keutamaan luar biasa yaitu dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang bagi yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan