Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel. (Doc.Google)
BANTEN- Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel, mengamati bahwa penangkapan pelaku pencurian di rumah anggota DPRD yang dikaitkan dengan pelaku pembunuhan anak politisi PKS Kota Cilegon menimbulkan keraguan. Menurutnya, tidak ada barang berharga yang hilang dari rumah anggota PKS, sehingga motif pelaku pembunuhan tidak jelas.
Reza Indragiri Amriel mempertanyakan apakah pelaku yang sama memiliki dua motif yang berbeda saat menyatroni dua rumah. "Di rumah anggota PKS, pelaku datang tidak dengan motif instrumental (mendapatkan manfaat dari aksi kejahatan). Sementara di rumah anggota DPRD, pelaku yang sama datang dengan motif instrumental," katanya. Minggu, 4 Januari 2026.
Baca juga: Kawasan Masjid Banten Lama Banjir Akibat Hujan Deras
Baca juga: Intensitas Hujan Lebat 134 KK Di Kaseman Kota Serang Kebanjiran
Reza juga mempertanyakan apakah pelaku pencurian bukanlah pelaku pembunuhan. Ia menyatakan bahwa pengakuan pelaku pencurian sebagai pelaku pembunuhan mungkin tidak dapat dipercaya, terutama jika dilakukan dalam kondisi shocked atau tekanan.
"Dalam kondisi serapuh itu, kemungkinan munculnya coerced false confession menjadi terbuka. Artinya, perlakuan polisi justru melatarbelakangi pelaku pencurian untuk mengaku-aku bahwa seolah dia juga pelaku pembunuhan," kata Reza.
Reza menekankan bahwa polisi harus memiliki dua alat bukti untuk memroses si pencuri sebagai pelaku pembunuhan, dan harus menghindari merekayasa cerita, menanam bukti, dan meng-abuse pelaku pencurian.
"Semoga polisi bekerja proporsional, prosedural, dan profesional agar dua peristiwa pidana tadi terkuak dan berproses hukum sesuai ketentuan dan kenyataannya," tutup Reza.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan