Dinkes Kota Serang (Doc.google)
BANTEN- Program Makan Bergizi Gratis atau MBG Bukan hanya untuk anak SD, anak SMP, dan anak SMA sederajat, serta Madrasah. Akan tetapi juga diberikan kepada ibu hamil, ibu menyusui dan balita atau B3.
Kepala dinas kesehatan (Kadinkes) kota Serang dr. Ahmad Hasanuddin mengatakan, ini program yang luar biasa, saya sangat berterima kasih dengan adanya program MBG, karena kelompok B3 yaitu, Ibu hamil, Ibu menyusui dan balita juga mendapatkan jatah MBG.
Baca juga: Pemkot Serang Kedatangan Pengusaha Korsel Bahas Soal Permintaan Tenaga Kerja
Baca juga: Pihak Kec.Taktakan Mengaku Telah Kantongi Izin Pendirian Tower di Tegal Tongleng
" Dengan dimasukannya kelompok B3 dalam program penerima manfaat MBG tentu membuat kami(Dinkes) sangat terbantu, dan saya yakin dengan program MBG angka stunting dan gizi buruk akan teratasi,"kata dr Ahmad kepada wartawan saat rapat membahas satgas MBG di puspemkot, Senin 29 september 2025.
Ia melanjutkan, sekarang kaitannya dengan tadi saya ngomong stunting, stunting berbeda dengan gizi buruk. Kalau stunting secara kasat mata dilihat adalah tinggi badannya yang kurang pada anak-anak balita seusianya. Tapi kalau gizi buruk, pada umumnya adalah berat badan yang turun.
" Kalau gizi buruk bisa terlihat tulang iganya bisa kelihatan seperti cucian baju ya, kemudian juga rambutnya mudah dicabut, lalu tulangnya juga tulang pipinya kelihatan dan dia tuh cengeng. Tapi stunting tidak begitu,"lanjut dia.
Menurut dia anak yang stunting dia suka lari-lari sama menyapa ibunya bisa. Tapi pertumbuhan otaknya, kognitifnya itu yang kurang bagus, agar anak-anak tidak stunting, maka pemerintah mengintervensi dengan MBG.
" selama hamil sampai lahir anaknya kan anaknya belum boleh makan karena masih bayi, ya harus ASI, eksklusif. Makanya program MBG ini menyasar ibu menyusui dikasih juga makanan yang bergizi. Setelah ibu menyusui selesai anaknya sudah mulai tumbuh dia tetap mendapat MBG.
Jadi sejak paud dia pelajar usia dini sudah mendapat manfaat MBG, begitupun begitu masuk SD dikasih makan, lanjut saat di SMP, dan SMA. Dengan program MBG saya yakin stunting dan gizi buruk di Banten khususnya kota Serang bisa dihilangkan.
Perlu kita kita kerhui bahwa data ibu hamil dan jumalah balita di kota Serang cukup banyak yang pertama dari Kecamatan Kesemen. Kecamatan Kesemen yang pertama kelurhan Sawah Luhur, jumlah balitanya 824, dan ibu hamilnya 73.
"Jumlah seluruhnya di kecamatan Kasemen balitanya sebanyak 2.289, Ibu hamilnya 178.kemudian di Kilasa balitanya 3.503, Ibu hamilnya 419.
Lalu kecamatan Walantaka balitanya ada 4.052, Ibu hamilnya 267. Kelodran, balitanya ada 4.208, Ibu Hamilnya ada 337.
Kemudian Taktakan, taktakan itu balitanya ada 5.448. Ibu hamilnya ada 1.240. Kemudian pancur balitanya ada 3.293. Ibu hamilnya ada 284. Kemudian Serang ada Unyur. Balitanya ada 3.268. Ibu hamilnya ada 221. Dan Singandaru balitanya ada 1.279, Ibu hamilnya ada 142. Ciracas balitanya ada 1.419, balitanya ada Ibu hamil ada 579.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan