Rumah adat Banten Sulah Nyanda (Doc.Mamo Erfanto)
BANTEN- Provinsi Banten ternyata hanya memiliki satu rumah adat. Sulah Nyanda, rumah adat panggung khas Banten dengan struktur dari bambu, kayu, dan ijuk, yang mencerminkan kehidupan tradisional masyarakat Baduy.
Rumah Adat Sulah Nyanda memiliki ciri Khas, Filosofi, dan Nilai Budaya Masyarakat Baduy, mari kita ulas.
Banten dikenal sebagai salah satu provinsi di Indonesia yang kaya akan budaya dan kearifan lokal. Salah satu warisan budaya yang masih lestari hingga saat ini adalah rumah adat Banten yang dikenal dengan nama Sulah Nyanda. Rumah adat ini menjadi simbol kesederhanaan hidup masyarakat Suku Baduy (Kanekes) yang tinggal di wilayah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Rumah Adat Banten Bernama Sulah Nyanda
Secara budaya, Provinsi Banten hanya memiliki satu rumah adat utama, yaitu Rumah Adat Sulah Nyanda. Rumah ini merupakan rumah tradisional masyarakat Baduy yang dibangun berdasarkan aturan adat yang ketat dan diwariskan secara turun-temurun dari nenek moyang.
Nama Sulah Nyanda memiliki makna mendalam. Sulah berarti penopang, sedangkan Nyanda berarti bersandar. Makna tersebut melambangkan kehidupan masyarakat Baduy yang saling menopang satu sama lain dan hidup harmonis dengan alam.
Ciri Khas Rumah Adat Banten. Rumah adat Sulah Nyanda memiliki ciri khas yang membedakannya dari rumah adat daerah lain di Indonesia, antara lain:
Berbentuk rumah panggung
Menggunakan bahan alami seperti bambu, kayu, dan ijuk. Tidak menggunakan paku atau bahan modern. Dinding terbuat dari anyaman bambu. Atap menggunakan daun kirai atau ijuk. Lantai dari bambu palupuh. Struktur rumah dibuat sederhana namun kokoh, sehingga tahan terhadap gempa dan perubahan cuaca.
Baca juga: Pasar Kepandean Baru Wisata Malam Keluarga Kota Serang
Baca juga: Hotel Dan Penginapan Terdekat Dengan Kawasan Pusat Pemerintah Banten (KP3B)
Rumah adat Sulah Nyanda masih bisa di lihat secara langsung saat kita berwisata ke Baduy.
Filosofi Rumah Adat Sulah Nyanda
Rumah adat Banten tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga mengandung nilai filosofi yang kuat, di antaranya:
Kesederhanaan hidup, tanpa kemewahan
Keseimbangan dengan alam, memanfaatkan alam tanpa merusaknya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan, Liputan