BANTEN- Kabupten Tangerang, yang berada di Provinsi Banten, tidak hanya dikenal sebagai kawasan industri dan permukiman modern, tetapi juga memiliki kekayaan budaya lokal yang masih hidup di tengah masyarakat. Salah satu bentuk warisan budaya tersebut adalah permainan tradisional yang dulu menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan anak-anak. Selasa, 21 April 2026.
Di tengah gempuran teknologi dan permainan digital, keberadaan permainan tradisional di Kabupaten Tangerang kini mulai jarang ditemui. Padahal, permainan-permainan ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sarat dengan nilai edukasi, kebersamaan, dan kearifan lokal.
Baca juga: Daftar Permainan Tradisional Khas Kabupaten Lebak yang Masih Bertahan di Tengah Modernisasi
Ragam Permainan Tradisional di Kabupaten Tangerang
Berikut beberapa permainan tradisional yang pernah populer di wilayah Kabupaten Tangerang:
1. Congklak (Dakon)
Permainan ini menggunakan papan dengan lubang-lubang kecil dan biji-bijian seperti kerang atau batu kecil. Congklak melatih strategi, ketelitian, serta kemampuan berhitung anak-anak.
Baca juga: Mengenal Permainan Tradisional Khas Kabupaten Pandeglang Yang Masih Terjaga
2. Engklek
Permainan lompat satu kaki di atas kotak-kotak yang digambar di tanah ini menguji keseimbangan dan ketangkasan. Engklek juga mengajarkan sportivitas dan aturan bermain.
3. Petak Umpet
Permainan klasik yang dimainkan secara berkelompok ini melatih kecerdikan dan kecepatan. Anak-anak harus bersembunyi dan mencari teman yang bersembunyi.
4. Bentengan
Permainan kelompok yang mengandalkan strategi dan kerja sama tim. Dua kelompok saling menyerang dan mempertahankan “benteng” masing-masing.
5. Gasing
Permainan memutar gasing yang biasanya terbuat dari kayu. Dibutuhkan keterampilan khusus agar gasing dapat berputar lama.
Baca juga: Ragam Permainan Tradisional Yang Berada di Kota Cilegon
6. Kelereng
Permainan menggunakan bola kecil dari kaca ini menguji ketepatan dan konsentrasi. Biasanya dimainkan di tanah dengan membuat lingkaran.
7. Lompat Tali (Tali Karet)
Permainan ini menggunakan rangkaian karet gelang yang disusun menjadi tali panjang. Pemain harus melompati tali dengan tingkat ketinggian yang terus meningkat.
Permainan tradisional tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga memiliki banyak manfaat, di antaranya:
Melatih fisik dan motorik anak
* Mengembangkan kemampuan sosial dan kerja sama
* Meningkatkan kreativitas dan strategi berpikir
* Menanamkan nilai sportivitas dan kejujuran
Berbeda dengan permainan digital yang cenderung individual, permainan tradisional lebih menekankan interaksi sosial secara langsung.
Baca juga: Ragam Permainan Tradisional Yang Berada di Kota Cilegon
Tantangan di Era Modern
Seiring perkembangan zaman, permainan tradisional mulai tergeser oleh gadget dan permainan berbasis digital. Anak-anak kini lebih familiar dengan permainan di ponsel dibandingkan permainan yang dimainkan di lapangan terbuka.
Kurangnya ruang bermain serta minimnya pengenalan dari generasi sebelumnya juga menjadi faktor penyebab semakin pudarnya permainan tradisional.
Upaya Pelestarian
Pemerintah daerah Kabupaten Tangerang bersama komunitas budaya terus berupaya melestarikan permainan tradisional, di antaranya melalui:
Festival budaya dan lomba permainan tradisional
* Kegiatan ekstrakurikuler di sekolah
* Edukasi budaya lokal kepada generasi muda
Selain itu, pemanfaatan media online juga menjadi strategi penting untuk mengenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi digital.
Permainan tradisional Kabupaten Tangerang merupakan bagian dari identitas budaya yang harus dijaga keberadaannya. Di tengah arus modernisasi, upaya pelestarian menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah, masyarakat, maupun generasi muda.
Dengan mengenalkan kembali permainan tradisional melalui media online, diharapkan warisan budaya ini tidak hanya dikenang, tetapi juga kembali dimainkan dan dilestarikan untuk generasi mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan