Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 08 MEI 2026 • 14:44 WIB

Pentingnya Screening Paru untuk Deteksi Dini Penyakit Pernapasan

Pentingnya Screening Paru untuk Deteksi Dini Penyakit Pernapasandr. Adhi Nugroho Latief, Sp.P. spesialis paru rs Eka Hospital Kota Cilegon (Doc.Mamo Erfanto)

BANTEN- Kesadaran masyarakat untuk melakukan screening paru masih sangat rendah, meskipun hal tersebut sebenarnya wajib dilakukan untuk mengetahui kesehatan paru.

dr.Adhi Nugroho Latief menegaskan pentingnya screening paru sebagai langkah awal menjaga kesehatan sistem pernapasan. Menurut dokter spesialis paru yang bertugas di Eka Hospital Cilegon tersebut, screening paru tidak hanya diperuntukkan bagi orang yang sedang sakit, tetapi juga bagi masyarakat yang merasa sehat. Kamis, 07 Mei 2026.

Ia menjelaskan, tujuan screening paru adalah agar orang yang sehat dapat memastikan kondisi paru-parunya tetap baik sehingga bisa beraktivitas secara maksimal tanpa rasa khawatir terhadap penyakit yang mungkin berkembang di dalam tubuh.

Baca juga: Khaerul Fazri Kembali Nahkodai Basnom HIPMI Otomotif Banten

“Screening paru penting dilakukan bagi orang sehat agar tetap sehat. Kemudian bagi orang yang mengalami gangguan ringan, jangan sampai terjadi kecacatan paru. Sedangkan bagi yang sudah mengalami kerusakan paru, jangan sampai kondisi itu berujung pada kematian,” ujar dr. Adhi Nugroho Latief, Sp.P.

Menurutnya, paru-paru merupakan organ vital yang menjadi jendela antara tubuh manusia dengan dunia luar. Karena itu, organ paru sangat rentan terpapar berbagai zat berbahaya yang masuk melalui udara.

Kelompok Rentan Penyakit Paru dan Asma

dr. Adhi menjelaskan terdapat beberapa kelompok masyarakat yang memiliki risiko tinggi terkena penyakit paru maupun asma. Kelompok pertama adalah para perokok aktif, mantan perokok berat, serta perokok pasif.

Baca juga: Tim Resmod Satreskrim Polres Serang Gagalkan Kasus Penculikan Anak Lintas Provinsi di Pelabuhan Merak

Kebiasaan merokok, baik rokok konvensional maupun rokok elektrik atau vape, disebut menjadi penyumbang terbesar penyakit paru. Paparan asap rokok dalam jangka panjang dapat merusak saluran pernapasan dan memicu berbagai penyakit kronis.

Selain itu, orang yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit paru juga perlu lebih waspada. Faktor keturunan seperti adanya anggota keluarga yang menderita kanker paru maupun gangguan paru lainnya dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit serupa.

Kelompok berikutnya adalah masyarakat yang sehari-hari bekerja di lingkungan dengan paparan debu, asap, polusi udara, hingga bahan kimia industri. Para pekerja di perusahaan peleburan maupun industri kimia dinilai memiliki risiko tinggi mengalami gangguan paru akibat paparan zat berbahaya secara terus-menerus.

Tak hanya itu, pekerja di sektor pertanian dan peternakan skala besar juga termasuk kelompok rentan terkena penyakit paru dan asma. Paparan debu organik, kotoran hewan, serta zat kimia tertentu dalam jangka panjang dapat memengaruhi kesehatan saluran pernapasan.

Pencegahan Penyakit Paru

Untuk menjaga kesehatan paru, dr. Adhi menekankan pentingnya langkah pencegahan sejak dini. Selain rutin melakukan screening paru, masyarakat juga dianjurkan menggunakan masker saat kondisi cuaca buruk atau ketika kualitas udara sedang tidak baik.

Baca juga: UPTD) Laboratorium LH Kota Serang Lakukan Uji Sampel Air di Terminal Pakupatan dan Kemang

Penggunaan masker dinilai penting untuk mengurangi masuknya debu dan polusi udara ke saluran pernapasan, terutama saat cuaca panas dan berdebu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pentingnya Screening Paru untuk Deteksi Dini Penyakit Pernapasan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!