Rabeg kuliner khas Kota Serang (Doc.Mamo Erfanto)
BANTEN– Kabupaten Lebak, Banten, memiliki beragam kekayaan kuliner tradisional yang masih bertahan hingga kini. Salah satu makanan legendaris yang dikenal luas masyarakat adalah Rabeg Khas Lebak, sajian berbahan dasar daging kambing dengan kuah kaya rempah yang menggugah selera.
Rabeg disebut sebagai kuliner legendaris karena telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi hidangan favorit masyarakat dalam berbagai acara keluarga, hajatan, hingga perayaan hari besar keagamaan. Cita rasanya yang khas, perpaduan gurih, manis, dan sedikit pedas, menjadikan rabeg tetap diminati lintas generasi.
Di Kabupaten Lebak, rabeg dikenal sejak puluhan tahun lalu dan mulai populer sejak era perdagangan tradisional berkembang di wilayah Banten. Makanan ini diyakini mendapat pengaruh dari kuliner Timur Tengah yang kemudian beradaptasi dengan rempah-rempah lokal Nusantara.
Keistimewaan rabeg terletak pada proses memasaknya yang menggunakan aneka rempah seperti bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas, lada, cengkeh, dan kayu manis. Daging kambing dimasak perlahan hingga empuk, sehingga menghasilkan aroma harum dan rasa yang meresap sempurna.
Hingga kini, rabeg masih mudah ditemukan di sejumlah warung makan tradisional di Rangkasbitung dan beberapa kecamatan lain di Kabupaten Lebak. Banyak warga maupun wisatawan sengaja datang untuk menikmati kuliner khas yang satu ini.
Baca juga: Kuliner Legendaris Kota Cilegon: Cita Rasa Lawas yang Tetap Diburu Hingga Kini
Selain menjadi menu favorit, rabeg juga dianggap bagian dari identitas budaya kuliner masyarakat Lebak. Keberadaannya yang tetap eksis di tengah gempuran makanan modern membuat rabeg layak disebut sebagai salah satu kuliner legendaris kebanggaan Kabupaten Lebak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan