Selasa, 21 APRIL 2026 • 10:10 WIB

Mengenal Permainan Tradisional Khas Kabupaten Pandeglang Yang Masih Terjaga

Author

Permainan tradisional Egrang (Doc.Mamo Erfanto)

BANTEN sebuah wilayah di Provinsi Banten, dikenal tidak hanya karena keindahan alamnya seperti Taman Nasional Ujung Kulon, tetapi juga kekayaan budaya yang masih terjaga hingga kini. Salah satu bentuk kekayaan tersebut adalah permainan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun dan masih dimainkan oleh masyarakat, khususnya anak-anak di pedesaan. Selasa, 21 April 2026.

Di tengah arus modernisasi dan gempuran permainan digital, permainan tradisional di Pandeglang tetap memiliki tempat tersendiri. Selain sebagai hiburan, permainan ini juga sarat nilai edukatif, kebersamaan, dan kearifan lokal.

Baca juga: Ragam Permainan Tradisional Yang Berada di Kota Cilegon

Berikut beberapa permainan tradisional khas Kabupaten Pandeglang yang masih dikenal hingga saat ini:

1. Oray-Orayan

Permainan ini cukup populer di kalangan anak-anak. Oray-orayan dimainkan secara berkelompok dengan cara berbaris memanjang sambil berpegangan pundak, menyerupai ular (oray). Pemain paling depan bertugas menangkap “ekor” yang berada di barisan belakang. Permainan ini melatih kekompakan, strategi, dan kelincahan.

2. Engklek

Engklek merupakan permainan lompat-lompatan di atas kotak-kotak yang digambar di tanah. Pemain harus melompat dengan satu kaki sambil mengambil “gacuk” (batu kecil). Permainan ini melatih keseimbangan tubuh dan ketelitian.

Baca juga: Berikut Daftar Permainan Tradisional Khas Kabupaten Serang: Warisan Budaya yang Terus Dijaga

3. Galah Asin

Galah asin dimainkan oleh dua tim, di mana satu tim bertugas menjaga garis dan tim lainnya berusaha melewati penjagaan tersebut. Permainan ini membutuhkan strategi, kecepatan, serta kerja sama tim yang baik.

4. Congklak (Dakon)

Permainan congklak menggunakan papan berlubang dan biji-bijian. Dua pemain saling berhadapan dan mengatur strategi untuk mengumpulkan biji sebanyak mungkin di “lumbung” masing-masing. Permainan ini melatih kemampuan berhitung dan berpikir taktis.

5. Egrang

Egrang adalah permainan berjalan menggunakan dua batang bambu yang diberi pijakan kaki. Pemain harus menjaga keseimbangan agar tidak jatuh. Permainan ini sering dimainkan dalam perlombaan saat perayaan hari besar seperti Hari Kemerdekaan Indonesia.

6. Lompat Tali (Tali Karet)

Permainan ini menggunakan rangkaian karet gelang yang disambung menjadi tali panjang. Pemain harus melompati tali dengan ketinggian yang terus bertambah. Selain menyenangkan, permainan ini melatih kelincahan dan kekuatan fisik.

Baca juga: Enam Permainan Tradisional Yang Dimiliki Kota Serang

7. Gatrik

Gatrik menggunakan dua batang kayu, satu panjang dan satu pendek. Pemain memukul kayu kecil agar melambung sejauh mungkin. Permainan ini melatih koordinasi tangan dan mata serta ketepatan.

Pemerintah daerah Kabupaten Pandeglang bersama komunitas budaya terus berupaya melestarikan permainan tradisional ini melalui berbagai kegiatan, seperti festival budaya, lomba permainan rakyat, hingga pengenalan di sekolah-sekolah.

Permainan tradisional bukan sekadar hiburan masa lalu, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang harus dijaga. Di tengah perkembangan teknologi, penting bagi generasi muda untuk tetap mengenal dan memainkan permainan ini agar nilai-nilai kebersamaan dan budaya lokal tidak hilang.

Dengan pelestarian yang konsisten, permainan tradisional khas Pandeglang diharapkan tetap hidup dan menjadi kebanggaan daerah di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU