Selasa, 21 APRIL 2026 • 09:57 WIB

Enam Permainan Tradisional Yang Dimiliki Kota Serang

Author

Permainan tradisional Gobak Sodor (Doc.Mamo Erfanto)

BANTEN – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan maraknya permainan digital, sejumlah permainan tradisional di wilayah Kota Serang tetap bertahan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat. Permainan-permainan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarat nilai edukasi, kebersamaan, serta kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Selasa, 21 April 2026.

Berikut beberapa permainan tradisional yang masih dikenal dan dimainkan oleh masyarakat di Kota Serang dan sekitarnya:

1. Engklek

Permainan ini cukup populer di kalangan anak-anak. Engklek dimainkan dengan cara melompat pada kotak-kotak yang digambar di tanah menggunakan satu kaki. Selain melatih keseimbangan, permainan ini juga mengajarkan ketelitian dan strategi dalam mengambil langkah.

Baca juga: Niat Puasa Dzulhijjah: Amalan Sunnah Penuh Keutamaan Jelang Idul Adha

2. Gobak Sodor

Gobak sodor merupakan permainan kelompok yang mengandalkan kekompakan dan kecepatan. Dua tim saling berhadapan, satu tim bertugas menjaga garis, sementara tim lainnya berusaha melewati penjagaan tanpa tersentuh. Permainan ini sering dimainkan di halaman sekolah maupun lapangan terbuka di Kota Serang.

3. Benteng

Permainan benteng mengajak dua kelompok untuk saling menyerang dan mempertahankan “markas”. Setiap tim harus mampu menyusun strategi agar bisa menyentuh benteng lawan. Nilai kerja sama dan kepemimpinan sangat terasa dalam permainan ini.

4. Congklak

Congklak dikenal sebagai permainan tradisional yang mengasah kemampuan berhitung dan strategi. Menggunakan papan berlubang dan biji-bijian, pemain dituntut untuk cermat dalam mengatur langkah agar dapat mengumpulkan biji terbanyak.

Baca juga: Penasehat PBVSI Kota Serang Imat Hismatullah Tutup Usia, Pengurus Sampaikan Duka Mendalam

5. Egrang

Egrang adalah permainan menggunakan tongkat bambu sebagai alat pijakan untuk berjalan. Permainan ini melatih keseimbangan dan keberanian. Di beberapa acara budaya di Serang, lomba egrang masih sering digelar sebagai bentuk pelestarian.

6. Kelereng

Permainan kelereng atau gundu masih sering dimainkan oleh anak-anak di lingkungan perkampungan. Selain seru, permainan ini juga melatih ketepatan dan fokus dalam membidik sasaran.

Pemerintah daerah bersama komunitas budaya di Kota Serang terus berupaya menjaga eksistensi permainan tradisional ini. Salah satunya melalui kegiatan festival budaya, lomba permainan rakyat, hingga pengenalan di lingkungan sekolah.

Permainan tradisional dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak, seperti kejujuran, sportivitas, serta kemampuan bersosialisasi yang baik—hal yang mulai berkurang di era digital saat ini.

Baca juga: DPRD Dorong Pelebaran Jalan Kyai Maja Akses Tol Alam Sutera untuk Atasi Kemacetan

Meski masih bertahan, permainan tradisional menghadapi tantangan besar. Kehadiran gadget dan permainan berbasis online membuat minat anak-anak terhadap permainan tradisional menurun. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif orang tua, sekolah, dan pemerintah untuk terus mengenalkan serta menghidupkan kembali permainan-permainan tersebut.

Permainan tradisional bukan sekadar hiburan masa lalu, melainkan bagian dari identitas budaya yang harus dijaga. Di Kota Serang, warisan ini masih hidup dan menjadi bukti bahwa nilai-nilai kebersamaan dan kearifan lokal tetap relevan di tengah arus modernisasi.

Dengan pelestarian yang berkelanjutan, permainan tradisional diharapkan tidak hanya dikenang, tetapi juga terus dimainkan oleh generasi mendatang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU