Landmark Kab.Serang, Mercusuar Anyer (Doc.Mamo Erfanto)
BANTEN- Kabupaten Serang di Provinsi Banten memiliki banyak landmark menarik yang menjadi identitas daerah sekaligus destinasi wisata favorit masyarakat. Mulai dari peninggalan sejarah Kesultanan Banten, wisata religi, hingga panorama alam pegunungan dan pantai, semuanya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.
Berikut sejumlah landmark ikonik yang dimiliki Kabupaten Serang. Jumat, 22 Mei 2026.
Baca juga: Mengenal Landmark Kota Serang, Ikon Kebanggaan Ibu Kota Provinsi Banten
1. Pantai Anyer
Pantai Anyer menjadi landmark wisata paling terkenal di Kabupaten Serang. Kawasan pantai ini menawarkan hamparan pasir putih, ombak yang tenang, serta pemandangan langsung ke Selat Sunda. Wisatawan biasanya datang untuk menikmati sunset, bermain wahana air, hingga menginap di resort tepi pantai.
Di kawasan ini juga terdapat Mercusuar Anyer yang menjadi saksi sejarah letusan Krakatau tahun 1883 dan masih berdiri kokoh hingga sekarang.
2. Gunung Pinang
Gunung Pinang merupakan destinasi wisata alam yang berada di Kecamatan Kramatwatu. Tempat ini dikenal dengan panorama hijau serta gardu pandang yang memperlihatkan pemandangan laut dan kawasan industri dari ketinggian.
Selain menjadi tempat rekreasi keluarga, Gunung Pinang juga populer sebagai lokasi berburu foto dan menikmati suasana alam yang sejuk.
3. Masjid Agung Banten
Masjid Agung Banten menjadi salah satu landmark religi dan sejarah paling penting di wilayah Serang. Masjid peninggalan Kesultanan Banten ini memiliki arsitektur unik perpaduan budaya Jawa, Eropa, dan Tiongkok.
Kawasan Banten Lama selalu ramai dikunjungi peziarah maupun wisatawan yang ingin mengenal sejarah Islam di Banten.
4. Benteng Speelwijk
Benteng Speelwijk merupakan bangunan bersejarah peninggalan Belanda yang berada di kawasan Banten Lama. Landmark ini menjadi bukti perjalanan panjang sejarah perdagangan dan kolonialisme di Banten pada masa lalu.
Kini, Benteng Speelwijk menjadi salah satu objek wisata edukasi yang sering dikunjungi pelajar dan wisatawan sejarah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan